Bridge Wireless Network dengan mikrotik Routerboard
Dengan wireless secara bridge kita bisa menyambungkan wireless 2 titik atau lebih dan melewatkan semua paket data seolah-olah wireless adalah seperti switch biasa. Gambarannya adalah sebagai berikut :
Anggaplah kita mempunyai 2 routerboard, dan 192.168.1.254 akan kita letakkan di routerboard A, sedangkan 192.168.1.253 di routerboard B.
Untuk mikrotik yang masih versi 2.9.X jika akan melakukan bridge sisi wireless maka akan menggukakan wds sebagai penyambung. Untuk sisi AP bisa pakai mode bridge atau AP bridge dan wds di enable, bisa static atau dynamic. Setelah itu bridge interface eth, wlan dan wds. Langkah-langkah setup wireless bridge adalah sebagai berikut.
1. Buka winbox,
- klik Bridge,
- klik + ,
- klik OK
2. Masih di menu bridge,
- Klik port
- Klik +
- Pilih interface ether1 dan bridge pilih bridge 1
- Klik OK
- Klik + lagi
- Pilih interface Wlan dan bridge pilih bridge 1
- Klik OK
3. Klik wireless,
- klik interface, dan nama wireless card yang ada
- Catatan : enable dulu kalau masih abu2 dengan klik tanda centang
.
4. pilih mode menjadi bridge atau AP bridge, dan setting SSID dan frekwensi sesuai keinginan anda, misal SSID diisi Mikrotik dan frequensy pakai 2412.
5. Masih di menu wireless klik WDS, pilih WDS menjadi dynamic dan pilih default bridge dengan bridge1, dan klik OK
6. Kasih ip address di interface bridge misal dengan 192.168.1.254, dengan klik IP, address dan klik + tambahkan ipnya 192.168.1.254/24 (24 adalah subnet untuk 255.255.255.0) interface pilih bridge klik OK.
Dari sini sisi AP sudah selesai, untuk selanjutnya adalah setting sisi station.
a. Buka winbox, klik bridge, Ikuti seperti langkah 1 dan 2 diatas
b. Klik wireless,
- klik interface, dan nama wireless card yang ada
- Catatan : enable dulu kalau masih abu2 dengan klik tanda centang
c. Pilih mode set menjadi station wds, ssid, samakan dengan dengan AP pertama kita buat.(Mikrotik)
d. Isikan IP address seperti langkah 6 diatas dan isi ip address dengan ip 192.168.1.253.
e. Jika telah terkoneksi maka ada tanda R (Running) di wireless
Dari sini wireless bridge sudah terkoneksi, cobalah menyambungkan dengan network sesuai dengan gambar.
Sementara disini dulu selanjutnya security untuk wireless diatas.
Sabtu, 14 Februari 2009
Membuat hotspot dgn mikrotik
** MEMBUAT HOTSPOT DENGAN MIKROTIK**
Misal 125.126.127.128 IP Publik dari ISP dan lokal 192.168.1.0/24
=> ether1 ke ISP
=> ether2 ke lokal
#Setting IP
[malih@Mikrotik]>ip address add address=125.126.127.128/27 interface=ether1
[malih@Mikrotik]>ip address add address=192.168.1.0/24 interface=ether2
#Setting Gateway (menuju ISP)
[malih@Mikrotik]>ip route add gateway=20.30.40.50
#setting DNS
[malih@Mikrotik]>ip dns set primary-dns=20.30.40.50 allow-remote-requests=yes
[malih@Mikrotik]>ip dns set secondary-dns=21.31.41.51 allow-remote-requests=yes
#NAT (untuk forward lokal ke public)
[malih@Mikrotik]>ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
# Setting DHCP
[malih@Mikrotik]>ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1 dns-server=20.30.40.50,21.31.41.51
#Distribusikan DHCP
[malih@Mikrotik]>ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.1.100-192.168.1.254
#Tambahkan DHCP server
[malih@Mikrotik]>ip dhcp-server add name=zamrud disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
#Set Hotspot
[malih@Mikrotik] > ip hotspot setup
hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.1.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.1.100-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns servers: 20.30.40.50,21.31.41.51
#Dengan Winbox
IP| hotspot
kemudian pada tabulasi servers click setup
hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.1.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.1.100-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns servers: 20.30.40.50,21.31.41.51
#Create user
click tabulasi users trus click tanda plus…. kemudian isikan sesuai akses yg akan diberikan ke user
hotspot profile akan terbentuk secara default pada saat create hotspot server,edit sesuai kebutuhan
#Edit Login Hotspot
Masuk FTP Hotspot Server dan ubah sesuai keperluan file HTML di folder hotspot
Misal 125.126.127.128 IP Publik dari ISP dan lokal 192.168.1.0/24
=> ether1 ke ISP
=> ether2 ke lokal
#Setting IP
[malih@Mikrotik]>ip address add address=125.126.127.128/27 interface=ether1
[malih@Mikrotik]>ip address add address=192.168.1.0/24 interface=ether2
#Setting Gateway (menuju ISP)
[malih@Mikrotik]>ip route add gateway=20.30.40.50
#setting DNS
[malih@Mikrotik]>ip dns set primary-dns=20.30.40.50 allow-remote-requests=yes
[malih@Mikrotik]>ip dns set secondary-dns=21.31.41.51 allow-remote-requests=yes
#NAT (untuk forward lokal ke public)
[malih@Mikrotik]>ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
# Setting DHCP
[malih@Mikrotik]>ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1 dns-server=20.30.40.50,21.31.41.51
#Distribusikan DHCP
[malih@Mikrotik]>ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.1.100-192.168.1.254
#Tambahkan DHCP server
[malih@Mikrotik]>ip dhcp-server add name=zamrud disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
#Set Hotspot
[malih@Mikrotik] > ip hotspot setup
hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.1.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.1.100-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns servers: 20.30.40.50,21.31.41.51
#Dengan Winbox
IP| hotspot
kemudian pada tabulasi servers click setup
hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.1.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.1.100-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns servers: 20.30.40.50,21.31.41.51
#Create user
click tabulasi users trus click tanda plus…. kemudian isikan sesuai akses yg akan diberikan ke user
hotspot profile akan terbentuk secara default pada saat create hotspot server,edit sesuai kebutuhan
#Edit Login Hotspot
Masuk FTP Hotspot Server dan ubah sesuai keperluan file HTML di folder hotspot
Instalasi Mikrotik
** MIKROTIK **
Dalam dunia wifi nama Mikrotik sangat tersohor baik sebagai Operating System (OS) router maupun penyedia peralatan wifi, meski untuk OS komplit yang mencakup Proxy, bandwidth management, firewall, hotspot, VPN dll kita harus mengeluarkan biaya untuk lisensinya, namun kalau kita gunakan hanya sebagai router saja, Mikrotik bisa digunakan tanpa adanya batasan waktu, kita bisa mendownloadnya secara cuma-cuma di www.mikrotik.co.id, namun kalau semua fungsi diatas selain router kita hanya di diberi batasan satu hari saja untuk penggunaannya. Jadi dengan komputer yang cukup minim speknya misal Pentium I , hard disk 1-2 GB, memory 64 MB, tanpa mouse, keyboard ataupun monitor, kalau Mikrotik sudah jalan, kita hanya butuh mose, keyboard dan monitor sewaktu instalasi saja. jadi kita sudah bisa membuat router dengan dana minim, daripada kita membeli peralatan router yang bisa jutaan rupiah mahalnya. Mari kita mulai melakukan instalasi, sebelumnya kita sudah memiliki file imagenya Mikrotik yang didownload dari situsnya, lalu kita burn ke cd blank.
INSTALASI
Sebelumnya pastikan komputer yang akan diinstall Mikrotik OS sudah ada 2 Lan Card, untuk spek hardware yang akan digunakan, anda bisa melihat rujukannya di http://mikrotik.com
booting dari CD ROM
Pilih paket-paket yang akan dipilih, untuk kebutuhan Router+Proxy+Bandwidth Management, sebaiknya anda pilih :
System
DHCP
Advanced Tols
Routing
Routing Test
Security
Synchronous
Web Proxy
Web Proxy Test
Setelah memilih paket2 yang dibutuhkan tekan tombol “ i “ untuk mulai instalasi
Muncul tulisan “Do you want to keep...............” pilih n (no)
“Continue.....” , pilih y (yes)
Mulailah membuat partisi dan memformat hard disk, setelah instalasi paket2 yang tadi dipilih.
Setelah selesai, Mikrotik minta di reboot dengan menekan enter.
Setelah booting, muncul perintah untuk melakukan pengecekan hard disk, anda bisa pilih yes atau no, pilih no juga tidak mengapa jika anda yakin hard disk bebas dari bad sector.
Anda diminta untuk login, ketikkan admin pada : Mikrotik Login: admin
untuk mengisikan password tekan enter saja, karena password masih kosong pada instalasi baru,
Dou you want to see...................., pilih no, untuk mempercepat proses
Muncul konsole Mikrotik, yaitu :
[admin@Mikrotik] >
Untuk merubah nama mesin Mikrotik ini, ketik :
[admin@Mikrotik] > system identity set name=mywifi
Lalu konsole berubah menjadi
[admin@mywifi] >
Merubah password mesin Mikrotik, ketikkan password =
[admin@mywifi] > password
old password (ketikkan kosong, jika sebelumnya anda belum mengeset password
new password : .........(ketikkan password yg baru?
retype new password :................ (masukkan sekali lagi passwordnya)
Untuk mematikan mematikan Mikrotik cukup kita ketikkan sbb
[admin@mywifi] > system shutdown
[admin@mywifi] > system reboot (untuk merestart nya)
[admin@mywifi] > system reset (untuk mereset konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya)
Perintah-perintah diatas harus dilakukan pada direktori admin.
Setelah itu anda perlu mengaktifkan kedua LAN Card yang terpasang, dengan contoh perintah di bawah ini :
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether1
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether2
Jika muncul tanda kesalahan, ada dua alasan:
pertama : Ada kemungkinan LAN Card yang terpasang, rusak
kedua : Driver dari LAN Card belum disupport oleh Mikrotik
Untuk Melihat kedua LAN Card yang terpasang(apakah sudah komplit dua), ketikkan .............
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > interface print (atau perintah tersebut bisa disingkat menjadi" in pr " )
Lalu tampillah kedua LAN Card, perhatikan konsole diatas menandakan kita sudah berada pada direktori ip address
Berdasar gambar diatas LAN Card pertama bernama "ether1" dimana ether1 ini nantinya terkoneksi ke IP Public/Internet sedang LAN Card kedua bernama "ether2" ini terkoneksi ke IP Local/LAN Lokal, kemudian kita memberi ip address pada masing-masing LAN Card, dengan perintah/command sebagai berikut :
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether1 address=172.16.0.254/24
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether2 address=192.168.1.254/24
Untuk mengetahui hasilnya ketikkan:
[admin@mywifi] ip address > print
Lihat hasilnya pada gambar diatas. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.
Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet
[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1
Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,
[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7
admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155
Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS
[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes
Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan
"no such argument".
Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router
[admin@mywifi] > ip firewall nat
[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade
Kita lihat hasilnya
[admin@mywifi] ip firewall nat> print
Nah pada tahap awal ini kita sudah bisa membuat Router Mikrotik, guna mengetahui hasilnya kita melakukan test ping( untuk perintah "ping" ini harus dilakukan pada direktori tertinggi yakni di direktori "admin") ke komputer client dari router Mikrotik kita, ketika muncul dalam proses ping tersebut ada kata-kata "ping time out" atau "host unreachable" maka kita tidak berhasil untuk koneksi, coba teliti kembali pada setting Mikrotik atau teliti pula konfigurasi ip address pada komputer client, kemudian coba pula ping ke alamat internet dari komputer client atau browsing dari komputer client, jika berhasil maka berhasil pula tugas kita membuat Router Mikrotik.
Selanjutnya pada konfigurasi Proxy, kita menggunakan tool " Winbox", untuk mengakses router Mikrotik dari komputer client yang berbasiskan OS Windows.
** MIKROTIK **
Dalam dunia wifi nama Mikrotik sangat tersohor baik sebagai Operating System (OS) router maupun penyedia peralatan wifi, meski untuk OS komplit yang mencakup Proxy, bandwidth management, firewall, hotspot, VPN dll kita harus mengeluarkan biaya untuk lisensinya, namun kalau kita gunakan hanya sebagai router saja, Mikrotik bisa digunakan tanpa adanya batasan waktu, kita bisa mendownloadnya secara cuma-cuma di www.mikrotik.co.id, namun kalau semua fungsi diatas selain router kita hanya di diberi batasan satu hari saja untuk penggunaannya. Jadi dengan komputer yang cukup minim speknya misal Pentium I , hard disk 1-2 GB, memory 64 MB, tanpa mouse, keyboard ataupun monitor, kalau Mikrotik sudah jalan, kita hanya butuh mose, keyboard dan monitor sewaktu instalasi saja. jadi kita sudah bisa membuat router dengan dana minim, daripada kita membeli peralatan router yang bisa jutaan rupiah mahalnya. Mari kita mulai melakukan instalasi, sebelumnya kita sudah memiliki file imagenya Mikrotik yang didownload dari situsnya, lalu kita burn ke cd blank.
INSTALASI
Sebelumnya pastikan komputer yang akan diinstall Mikrotik OS sudah ada 2 Lan Card, untuk spek hardware yang akan digunakan, anda bisa melihat rujukannya di http://mikrotik.com
booting dari CD ROM
Pilih paket-paket yang akan dipilih, untuk kebutuhan Router+Proxy+Bandwidth Management, sebaiknya anda pilih :
System
DHCP
Advanced Tols
Routing
Routing Test
Security
Synchronous
Web Proxy
Web Proxy Test
Setelah memilih paket2 yang dibutuhkan tekan tombol “ i “ untuk mulai instalasi
Muncul tulisan “Do you want to keep...............” pilih n (no)
“Continue.....” , pilih y (yes)
Mulailah membuat partisi dan memformat hard disk, setelah instalasi paket2 yang tadi dipilih.
Setelah selesai, Mikrotik minta di reboot dengan menekan enter.
Setelah booting, muncul perintah untuk melakukan pengecekan hard disk, anda bisa pilih yes atau no, pilih no juga tidak mengapa jika anda yakin hard disk bebas dari bad sector.
Anda diminta untuk login, ketikkan admin pada : Mikrotik Login: admin
untuk mengisikan password tekan enter saja, karena password masih kosong pada instalasi baru,
Dou you want to see...................., pilih no, untuk mempercepat proses
Muncul konsole Mikrotik, yaitu :
[admin@Mikrotik] >
Untuk merubah nama mesin Mikrotik ini, ketik :
[admin@Mikrotik] > system identity set name=mywifi
Lalu konsole berubah menjadi
[admin@mywifi] >
Merubah password mesin Mikrotik, ketikkan password =
[admin@mywifi] > password
old password (ketikkan kosong, jika sebelumnya anda belum mengeset password
new password : .........(ketikkan password yg baru?
retype new password :................ (masukkan sekali lagi passwordnya)
Untuk mematikan mematikan Mikrotik cukup kita ketikkan sbb
[admin@mywifi] > system shutdown
[admin@mywifi] > system reboot (untuk merestart nya)
[admin@mywifi] > system reset (untuk mereset konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya)
Perintah-perintah diatas harus dilakukan pada direktori admin.
Setelah itu anda perlu mengaktifkan kedua LAN Card yang terpasang, dengan contoh perintah di bawah ini :
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether1
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether2
Jika muncul tanda kesalahan, ada dua alasan:
pertama : Ada kemungkinan LAN Card yang terpasang, rusak
kedua : Driver dari LAN Card belum disupport oleh Mikrotik
Untuk Melihat kedua LAN Card yang terpasang(apakah sudah komplit dua), ketikkan .............
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > interface print (atau perintah tersebut bisa disingkat menjadi" in pr " )
Lalu tampillah kedua LAN Card, perhatikan konsole diatas menandakan kita sudah berada pada direktori ip address
Berdasar gambar diatas LAN Card pertama bernama "ether1" dimana ether1 ini nantinya terkoneksi ke IP Public/Internet sedang LAN Card kedua bernama "ether2" ini terkoneksi ke IP Local/LAN Lokal, kemudian kita memberi ip address pada masing-masing LAN Card, dengan perintah/command sebagai berikut :
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether1 address=172.16.0.254/24
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether2 address=192.168.1.254/24
Untuk mengetahui hasilnya ketikkan:
[admin@mywifi] ip address > print
Lihat hasilnya pada gambar diatas. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.
Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet
[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1
Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,
[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7
admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155
Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS
[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes
Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan
"no such argument".
Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router
[admin@mywifi] > ip firewall nat
[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade
Kita lihat hasilnya
[admin@mywifi] ip firewall nat> print
Nah pada tahap awal ini kita sudah bisa membuat Router Mikrotik, guna mengetahui hasilnya kita melakukan test ping( untuk perintah "ping" ini harus dilakukan pada direktori tertinggi yakni di direktori "admin") ke komputer client dari router Mikrotik kita, ketika muncul dalam proses ping tersebut ada kata-kata "ping time out" atau "host unreachable" maka kita tidak berhasil untuk koneksi, coba teliti kembali pada setting Mikrotik atau teliti pula konfigurasi ip address pada komputer client, kemudian coba pula ping ke alamat internet dari komputer client atau browsing dari komputer client, jika berhasil maka berhasil pula tugas kita membuat Router Mikrotik.
Selanjutnya pada konfigurasi Proxy, kita menggunakan tool " Winbox", untuk mengakses router Mikrotik dari komputer client yang berbasiskan OS Windows.
Dalam dunia wifi nama Mikrotik sangat tersohor baik sebagai Operating System (OS) router maupun penyedia peralatan wifi, meski untuk OS komplit yang mencakup Proxy, bandwidth management, firewall, hotspot, VPN dll kita harus mengeluarkan biaya untuk lisensinya, namun kalau kita gunakan hanya sebagai router saja, Mikrotik bisa digunakan tanpa adanya batasan waktu, kita bisa mendownloadnya secara cuma-cuma di www.mikrotik.co.id, namun kalau semua fungsi diatas selain router kita hanya di diberi batasan satu hari saja untuk penggunaannya. Jadi dengan komputer yang cukup minim speknya misal Pentium I , hard disk 1-2 GB, memory 64 MB, tanpa mouse, keyboard ataupun monitor, kalau Mikrotik sudah jalan, kita hanya butuh mose, keyboard dan monitor sewaktu instalasi saja. jadi kita sudah bisa membuat router dengan dana minim, daripada kita membeli peralatan router yang bisa jutaan rupiah mahalnya. Mari kita mulai melakukan instalasi, sebelumnya kita sudah memiliki file imagenya Mikrotik yang didownload dari situsnya, lalu kita burn ke cd blank.
INSTALASI
Sebelumnya pastikan komputer yang akan diinstall Mikrotik OS sudah ada 2 Lan Card, untuk spek hardware yang akan digunakan, anda bisa melihat rujukannya di http://mikrotik.com
booting dari CD ROM
Pilih paket-paket yang akan dipilih, untuk kebutuhan Router+Proxy+Bandwidth Management, sebaiknya anda pilih :
System
DHCP
Advanced Tols
Routing
Routing Test
Security
Synchronous
Web Proxy
Web Proxy Test
Setelah memilih paket2 yang dibutuhkan tekan tombol “ i “ untuk mulai instalasi
Muncul tulisan “Do you want to keep...............” pilih n (no)
“Continue.....” , pilih y (yes)
Mulailah membuat partisi dan memformat hard disk, setelah instalasi paket2 yang tadi dipilih.
Setelah selesai, Mikrotik minta di reboot dengan menekan enter.
Setelah booting, muncul perintah untuk melakukan pengecekan hard disk, anda bisa pilih yes atau no, pilih no juga tidak mengapa jika anda yakin hard disk bebas dari bad sector.
Anda diminta untuk login, ketikkan admin pada : Mikrotik Login: admin
untuk mengisikan password tekan enter saja, karena password masih kosong pada instalasi baru,
Dou you want to see...................., pilih no, untuk mempercepat proses
Muncul konsole Mikrotik, yaitu :
[admin@Mikrotik] >
Untuk merubah nama mesin Mikrotik ini, ketik :
[admin@Mikrotik] > system identity set name=mywifi
Lalu konsole berubah menjadi
[admin@mywifi] >
Merubah password mesin Mikrotik, ketikkan password =
[admin@mywifi] > password
old password (ketikkan kosong, jika sebelumnya anda belum mengeset password
new password : .........(ketikkan password yg baru?
retype new password :................ (masukkan sekali lagi passwordnya)
Untuk mematikan mematikan Mikrotik cukup kita ketikkan sbb
[admin@mywifi] > system shutdown
[admin@mywifi] > system reboot (untuk merestart nya)
[admin@mywifi] > system reset (untuk mereset konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya)
Perintah-perintah diatas harus dilakukan pada direktori admin.
Setelah itu anda perlu mengaktifkan kedua LAN Card yang terpasang, dengan contoh perintah di bawah ini :
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether1
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether2
Jika muncul tanda kesalahan, ada dua alasan:
pertama : Ada kemungkinan LAN Card yang terpasang, rusak
kedua : Driver dari LAN Card belum disupport oleh Mikrotik
Untuk Melihat kedua LAN Card yang terpasang(apakah sudah komplit dua), ketikkan .............
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > interface print (atau perintah tersebut bisa disingkat menjadi" in pr " )
Lalu tampillah kedua LAN Card, perhatikan konsole diatas menandakan kita sudah berada pada direktori ip address
Berdasar gambar diatas LAN Card pertama bernama "ether1" dimana ether1 ini nantinya terkoneksi ke IP Public/Internet sedang LAN Card kedua bernama "ether2" ini terkoneksi ke IP Local/LAN Lokal, kemudian kita memberi ip address pada masing-masing LAN Card, dengan perintah/command sebagai berikut :
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether1 address=172.16.0.254/24
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether2 address=192.168.1.254/24
Untuk mengetahui hasilnya ketikkan:
[admin@mywifi] ip address > print
Lihat hasilnya pada gambar diatas. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.
Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet
[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1
Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,
[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7
admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155
Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS
[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes
Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan
"no such argument".
Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router
[admin@mywifi] > ip firewall nat
[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade
Kita lihat hasilnya
[admin@mywifi] ip firewall nat> print
Nah pada tahap awal ini kita sudah bisa membuat Router Mikrotik, guna mengetahui hasilnya kita melakukan test ping( untuk perintah "ping" ini harus dilakukan pada direktori tertinggi yakni di direktori "admin") ke komputer client dari router Mikrotik kita, ketika muncul dalam proses ping tersebut ada kata-kata "ping time out" atau "host unreachable" maka kita tidak berhasil untuk koneksi, coba teliti kembali pada setting Mikrotik atau teliti pula konfigurasi ip address pada komputer client, kemudian coba pula ping ke alamat internet dari komputer client atau browsing dari komputer client, jika berhasil maka berhasil pula tugas kita membuat Router Mikrotik.
Selanjutnya pada konfigurasi Proxy, kita menggunakan tool " Winbox", untuk mengakses router Mikrotik dari komputer client yang berbasiskan OS Windows.
** MIKROTIK **
Dalam dunia wifi nama Mikrotik sangat tersohor baik sebagai Operating System (OS) router maupun penyedia peralatan wifi, meski untuk OS komplit yang mencakup Proxy, bandwidth management, firewall, hotspot, VPN dll kita harus mengeluarkan biaya untuk lisensinya, namun kalau kita gunakan hanya sebagai router saja, Mikrotik bisa digunakan tanpa adanya batasan waktu, kita bisa mendownloadnya secara cuma-cuma di www.mikrotik.co.id, namun kalau semua fungsi diatas selain router kita hanya di diberi batasan satu hari saja untuk penggunaannya. Jadi dengan komputer yang cukup minim speknya misal Pentium I , hard disk 1-2 GB, memory 64 MB, tanpa mouse, keyboard ataupun monitor, kalau Mikrotik sudah jalan, kita hanya butuh mose, keyboard dan monitor sewaktu instalasi saja. jadi kita sudah bisa membuat router dengan dana minim, daripada kita membeli peralatan router yang bisa jutaan rupiah mahalnya. Mari kita mulai melakukan instalasi, sebelumnya kita sudah memiliki file imagenya Mikrotik yang didownload dari situsnya, lalu kita burn ke cd blank.
INSTALASI
Sebelumnya pastikan komputer yang akan diinstall Mikrotik OS sudah ada 2 Lan Card, untuk spek hardware yang akan digunakan, anda bisa melihat rujukannya di http://mikrotik.com
booting dari CD ROM
Pilih paket-paket yang akan dipilih, untuk kebutuhan Router+Proxy+Bandwidth Management, sebaiknya anda pilih :
System
DHCP
Advanced Tols
Routing
Routing Test
Security
Synchronous
Web Proxy
Web Proxy Test
Setelah memilih paket2 yang dibutuhkan tekan tombol “ i “ untuk mulai instalasi
Muncul tulisan “Do you want to keep...............” pilih n (no)
“Continue.....” , pilih y (yes)
Mulailah membuat partisi dan memformat hard disk, setelah instalasi paket2 yang tadi dipilih.
Setelah selesai, Mikrotik minta di reboot dengan menekan enter.
Setelah booting, muncul perintah untuk melakukan pengecekan hard disk, anda bisa pilih yes atau no, pilih no juga tidak mengapa jika anda yakin hard disk bebas dari bad sector.
Anda diminta untuk login, ketikkan admin pada : Mikrotik Login: admin
untuk mengisikan password tekan enter saja, karena password masih kosong pada instalasi baru,
Dou you want to see...................., pilih no, untuk mempercepat proses
Muncul konsole Mikrotik, yaitu :
[admin@Mikrotik] >
Untuk merubah nama mesin Mikrotik ini, ketik :
[admin@Mikrotik] > system identity set name=mywifi
Lalu konsole berubah menjadi
[admin@mywifi] >
Merubah password mesin Mikrotik, ketikkan password =
[admin@mywifi] > password
old password (ketikkan kosong, jika sebelumnya anda belum mengeset password
new password : .........(ketikkan password yg baru?
retype new password :................ (masukkan sekali lagi passwordnya)
Untuk mematikan mematikan Mikrotik cukup kita ketikkan sbb
[admin@mywifi] > system shutdown
[admin@mywifi] > system reboot (untuk merestart nya)
[admin@mywifi] > system reset (untuk mereset konfigurasi yang sudah kita buat sebelumnya)
Perintah-perintah diatas harus dilakukan pada direktori admin.
Setelah itu anda perlu mengaktifkan kedua LAN Card yang terpasang, dengan contoh perintah di bawah ini :
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether1
[admin@mywifi] > interface ethernet enable ether2
Jika muncul tanda kesalahan, ada dua alasan:
pertama : Ada kemungkinan LAN Card yang terpasang, rusak
kedua : Driver dari LAN Card belum disupport oleh Mikrotik
Untuk Melihat kedua LAN Card yang terpasang(apakah sudah komplit dua), ketikkan .............
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > interface print (atau perintah tersebut bisa disingkat menjadi" in pr " )
Lalu tampillah kedua LAN Card, perhatikan konsole diatas menandakan kita sudah berada pada direktori ip address
Berdasar gambar diatas LAN Card pertama bernama "ether1" dimana ether1 ini nantinya terkoneksi ke IP Public/Internet sedang LAN Card kedua bernama "ether2" ini terkoneksi ke IP Local/LAN Lokal, kemudian kita memberi ip address pada masing-masing LAN Card, dengan perintah/command sebagai berikut :
[admin@mywifi] > ip address
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether1 address=172.16.0.254/24
[admin@mywifi] ip address > add interface=ether2 address=192.168.1.254/24
Untuk mengetahui hasilnya ketikkan:
[admin@mywifi] ip address > print
Lihat hasilnya pada gambar diatas. untuk naik ke direktori yang lebih tinggi ketikkan titik dua " .. " , atau " / " ke direktori admin, yang merupakan direktori tertinggi.
Lalu kita mengisi ip address gateway dari LAN Card yang pertama, yakni dimana kita mendapat akses internet
[admin@mywifi] > ip route add gateway=192.168.1.1
Selanjutnya kita mengisi ip address DNS, isikan sesuai rekomendasi dari ISP anda,
[admin@mywifi] > ip dns set primary-dns=202.134.1.7
admin@mywifi] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155
Agar semua komputer client dalam LAN bisa lebih cepat browsing internet dengan cukup mengambil cache DNS pada router Mikrotik, jadi komputer client tidak berlu jauh-jauh meresolve DNS pada Server DNS ISP, maka Router Mikrotik perlu diset agar bisa melakukan penyimpanan cache DNS
[admin@mywifi] > ip dns set allow-remote-request=yes
Tapi semua komputer client, pada setting IP Address nya diisi kolom DNS primary, dengan IP Address nya Router Mikrotik, untuk secondary DNS nya biarkan saja kosong. Perhatikan pula gambar diatas apabila kita salah dalam mengetikkan perintah, maka akan muncul peringatan
"no such argument".
Selanjutnya kita mengeset agar mesin Mikrotik kita bisa menjadi router
[admin@mywifi] > ip firewall nat
[admin@mywifi] ip firewall nat> add chain=srcnat arc-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade
Kita lihat hasilnya
[admin@mywifi] ip firewall nat> print
Nah pada tahap awal ini kita sudah bisa membuat Router Mikrotik, guna mengetahui hasilnya kita melakukan test ping( untuk perintah "ping" ini harus dilakukan pada direktori tertinggi yakni di direktori "admin") ke komputer client dari router Mikrotik kita, ketika muncul dalam proses ping tersebut ada kata-kata "ping time out" atau "host unreachable" maka kita tidak berhasil untuk koneksi, coba teliti kembali pada setting Mikrotik atau teliti pula konfigurasi ip address pada komputer client, kemudian coba pula ping ke alamat internet dari komputer client atau browsing dari komputer client, jika berhasil maka berhasil pula tugas kita membuat Router Mikrotik.
Selanjutnya pada konfigurasi Proxy, kita menggunakan tool " Winbox", untuk mengakses router Mikrotik dari komputer client yang berbasiskan OS Windows.
Sedikit piracy mania, Pengguna Microsoft Windows yang terhubung ke Internet, mengaktifkan Auto Update, dan memakai Windows yang bajakan tentunya bisa jadi (atau bahkan cenderung) akan mendapatkan kotak dialog seperti Gambar ketika akan Logon ke Desktop, kecuali sebelumnya Windows sudah pernah di-patch untuk menghasilkan Windows yang Genuine alias dianggap Original.
Bahkan notifikasi ini bisa saja muncul sewaktu-waktu bahkan ketika kita sedang mengadakan presentasi kepada klien, bos, dan bahkan kepada pejabat.
Ada banyak cara untuk membuat Windows menjadi ‘Original’. Banyak tersedia aplikasi patcher, Windows Genuine Maker, WPA Editor, dsb yang semuanya bertujuan untuk membuat Windows bajakan menjadi ‘Original’.
Aplikasi-aplikasi tersebut bisa dengan mudah ditemukan di mesin pencari. Namun, seringkali disusupi trojan, atau sering tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan Windows sudah terlebih dahulu diidentifikasi sebagai Software bajakan oleh sang empunya software, yakni Microsoft.
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan Windows yang ‘original’ tanpa harus menginstall, mengganti serial number, mengedit WPA, dsb adalah sebagai berikut:
1. Logon sebagai Administrator (atau yang mempunyai hak akses administrator).
2. Buka aplikasi Notepad,
3. Kopikan text berikut ini ke dalam Notepad,
Quote:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion]
"CurrentBuild"="1.511.1 () (Obsolete data - do not use)"
"ProductId"="55274-640-1011873-23081"
"DigitalProductId"=hex:a4,00,00,00,03,\
00,0,00,35,35,32,37,34,2d,36,34,30,2d,\
31,30,31,31,38,37,33,2d,32,33,30,38,31,\
00,2e,00,00,00,41,32,32,2d,30,30,30,\
30,31,00,00,00,00,00,00,00,86,56,4e,4c,\
21,1b,2b,6a,a3,78,8e,8f,98,5c,00,00,\
00,00,00,00,dd,da,47,41,cc,6b,06,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,38,31,\
30,32,36,00,00,00,00,00,00,00,b5,16,\
00,00,83,83,1f,38,f8,01,00,00,f5,1c,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,66,e5,70,f3
"LicenseInfo"=hex:33,b7,21,c1,e5,e7,cd,\
4b,fd,7c,c6,35,51,fd,52,57,17,86,3e,18,\
d3,f4,8c,8e,35,32,7b,d1,43,8d,61,38,60,\
a4,ca,55,c9,9a,35,17,46,7a,4f,91,fc,\
4a,d9,db,64,5c,c4,e2,0f,34,f3,ea
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\
CurrentVersion\WPAEvents]
"OOBETimer"=hex:ff,d5,71,d6,8b,6a,8d,6f,d5,33,93,f d
4. Simpan file dengan nama license.reg,
5. Klik ganda file license.reg, bila ada pertanyaan konfirmasi, pilih Yes.
6. Windows Anda kini ‘original’ dan silakan mengaktifkan Automatic Updates/
Bahkan notifikasi ini bisa saja muncul sewaktu-waktu bahkan ketika kita sedang mengadakan presentasi kepada klien, bos, dan bahkan kepada pejabat.
Ada banyak cara untuk membuat Windows menjadi ‘Original’. Banyak tersedia aplikasi patcher, Windows Genuine Maker, WPA Editor, dsb yang semuanya bertujuan untuk membuat Windows bajakan menjadi ‘Original’.
Aplikasi-aplikasi tersebut bisa dengan mudah ditemukan di mesin pencari. Namun, seringkali disusupi trojan, atau sering tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan Windows sudah terlebih dahulu diidentifikasi sebagai Software bajakan oleh sang empunya software, yakni Microsoft.
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan Windows yang ‘original’ tanpa harus menginstall, mengganti serial number, mengedit WPA, dsb adalah sebagai berikut:
1. Logon sebagai Administrator (atau yang mempunyai hak akses administrator).
2. Buka aplikasi Notepad,
3. Kopikan text berikut ini ke dalam Notepad,
Quote:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion]
"CurrentBuild"="1.511.1 () (Obsolete data - do not use)"
"ProductId"="55274-640-1011873-23081"
"DigitalProductId"=hex:a4,00,00,00,03,\
00,0,00,35,35,32,37,34,2d,36,34,30,2d,\
31,30,31,31,38,37,33,2d,32,33,30,38,31,\
00,2e,00,00,00,41,32,32,2d,30,30,30,\
30,31,00,00,00,00,00,00,00,86,56,4e,4c,\
21,1b,2b,6a,a3,78,8e,8f,98,5c,00,00,\
00,00,00,00,dd,da,47,41,cc,6b,06,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,38,31,\
30,32,36,00,00,00,00,00,00,00,b5,16,\
00,00,83,83,1f,38,f8,01,00,00,f5,1c,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,66,e5,70,f3
"LicenseInfo"=hex:33,b7,21,c1,e5,e7,cd,\
4b,fd,7c,c6,35,51,fd,52,57,17,86,3e,18,\
d3,f4,8c,8e,35,32,7b,d1,43,8d,61,38,60,\
a4,ca,55,c9,9a,35,17,46,7a,4f,91,fc,\
4a,d9,db,64,5c,c4,e2,0f,34,f3,ea
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\
CurrentVersion\WPAEvents]
"OOBETimer"=hex:ff,d5,71,d6,8b,6a,8d,6f,d5,33,93,f d
4. Simpan file dengan nama license.reg,
5. Klik ganda file license.reg, bila ada pertanyaan konfirmasi, pilih Yes.
6. Windows Anda kini ‘original’ dan silakan mengaktifkan Automatic Updates/
Merakit Sendiri Homebrew Antena 2.4 GHz untuk Wireless LAN
Kebutuhan akses internet semakin meningkat di kalangan : perkantoran, pendidikan, pemerintahan, bisnis dan rumah. Seiring dengan turunnya harga peralatan wireless LAN dan bandwidth internet maka penetrasi internet akan semakin luas. Menjamurnya RT RW Net dengan peralatan homebrew (bikinan sendiri) dengan harga murah turut mendorong meningkatnya pengguna internet di kalangan masyarakat karena dapat menurunkan biaya untuk pembangunan jaringan.
Dalam tulisan akan dibahas dasar-dasar wireless LAN, pengenalan peralatan wireless LAN dan beberapa contoh homebrew antena beserta cara pembuatnnya.
Topologi Jaringan
Secara umum ada 2 macam topologi jaringan wireless LAN yaitu : Jaringan Infrastruktur dan Jaringan Ad Hoc
Jaringan Infrastruktur
Terdapat 1 buah Access Point (AP) yang terhubung jaringan LAN kabel dan router untuk koneksi internet
PC pada jaringan LAN kabel (wired LAN) berkomunikasi dengan PC wireless LAN melalui Access Point, demikian pula komunikasi antar PC wireless LAN
PC wireless LAN memerlukan wireless LAN berupa PCI, PCMIA atau USB adapter, bisa juga menggunakan AP yang diset pd mode Client Infrastructure / Station Infrastructure
PC dalam jaringan wired & wireless bersama-sama mengakses internet melalui router
Kualitas Saluran (Link Quality) antara AP ke wireless Client ditetukan oleh kuat sinyal (signal strength) yg diterima oleh wireless adapter pd PC Client.
Contoh konfigurasinya adalah sbb :
Gambar 1. Jaringan Infrastruktur
Dalam perkembangannya banyak vendor yang mengeluarkan produk Access Point yang dibundle dengan router dan disebut Wireless Router.
Gambar 2. Access Point + Router = Wireless Router
Jaringan Ad Hoc
Antar PC dengan wireless LAN Adapter berkomunikasi langsung tanpa Access Point
Gambar 3. Jaringan Ad hoc
Mengenal Lebih Dekat Peralatan Wireless LAN
Access Point
Pada Panel belakang terdapat :
Antena ada yang bisa dicopot (detachable antenna) biasanya menggunakan konektor RP-SMA atau RP-TNC, ada juga yang fixed (non-detachable antenna)
Colokan LAN untuk menghubungkan AP ke wired LAN atau untuk keperluan setting AP
Colokan DC Power Supply
Tombol Reset untuk me-reset AP ke default factory setting
Gambar 4. Panel Belakang AP
Panel depan terdapat :
Indikator Power, Wireless dan LAN
Gambar 5. Panel Depan AP
USB wireless adapter
Gambar 6. USB Wireless Adapter
PCI wireless adapter
Gambar 7. PCI Wireless Adapter
PCMIA wireless adapter
Gambar 8. PCMIA Wireless Adapter
Antena Eksternal
Digunakan untuk meningkatkan jarak jangkau wireless LAN. Antena bawaan AP dilepas kemudian dengan pigtail, RF out AP dihubungkan ke Antena eksternal
(a) (b) (c)
(d)
Gambar 9. Antena Eksternal (a) Parabolic Grid, (b) Sectoral, (c) Omni, (d) Yagi
Pigtail & konektor
Pigtail adalah kabel pendek penghubung AP ke Antena Eksternal
Gambar 10. Pigtail
Kebanyakan Pigtail di pasaran adalah : RP- SMA to N-Type Male dan RP-TNC to N-Type Male
(a) (b)
(c) (d)
Gambar 11. Konektor (a) N-Type Male, (b) N-Type Female, (c) RP-TNC, (d) RP-SMA
POE (Power Over Ethernet) atau DC Power Injector
Gambar 12. Power Injector
POE digunakan untuk mengumpankan tegangan DC dari Power Supply Indoor ke AP Outdoor melalui kabel data UTP dengan memanfaatkan jalur kabel yang tidak digunakan untuk menyalurkan data. Data dilsalurkan melalui kabel UTP dg konektor RJ45 pada pin 1,2,3 dan 6, sehingga pin 4, 5, 7 dan 8 dapat digunakan untuk menyalurkan tegangan DC. Data pin konektor RJ45 dan konfigurasi kabel UTP adalah seperti gambar berikut :
Gambar 13. Data Pin RJ45 dan Konfigurasi kabel UTP
Wireless Router
Gambar 14. Wireless Router
Wireless Router memiliki :
Port WAN 1 buah dengan konektor RJ45 terhubung ke Internet via Cable / DSL Modem
Port LAN 4 buah dengan konektor RJ45 terhubung ke LAN
Omni Antenna
DC Input
Tombol Reset untuk me-reset ke factory default setting
Spesifikasi Wireless LAN
SPECIFICATIONS
Standards IEEE 802.11g, IEEE802.11b
Bus Type USB 2.0 Type A
Frequency Band 2.4000~2.4835GHz
Modulation IEEE802.11g: OFDM with BPSK, QPSK, 16QAM, 64QAM
IEEE802.11b: BPSK, QPSK, CCK
Data Rate 54/48/36/24/18/12/11/9/6/5.5/2/1Mbps auto fallback
Operating Frequency / Channel 2.412~2.462GHz (FCC, Canada) / 11 Channels
2.412~2.472GHz (ETSI, Europe) / 13 Channels
2.412~2.484GHz (TELEC, Japan) / 14 Channels
Securities 64/128/256-bit WEP Encryption
WPA( TKIP, IEEE 802.1x)
AES
Working Mode AD-Hoc, Infrastructure
Management Utility, or Windows XP build-in utility
Antenna Internal Antenna
Drivers Windows 98SE/Me/2000/XP
LED Link, Activity
Transmit Power 16dBm (Typical)
Power Consumption
TX: 340mA / RX: 150mA
Receive Sensitivity -72dBm@54Mbps, -85dBm@11Mbps, -93dBm@1Mbps
Dimension 9(H) x 27(W) x 87(D) mm
Temperature 32~122¢XF (0 ~50¢XC)
Humidity 0-95% (NonCondensing)
Certification FCC, CE
Gambar 15. Contoh spesifikasi
Parameter penting dari spesifikasi diatas yang berhubungan dengan jarak jangkauan adalah Transmit Power dan Receive Sensitivity. Dengan antenna bawaannya yang berupa antenna omni dengan typical gain 2 db jarak yang dapat dijangkau sekitar beberapa ratus meter dengan kondisi open space.
Bagaimana agar jarak jangkauan dapat ditingkatkan agar bias lebih jauh? Caranya dengan mengganti antenna bawaan Access Point dengan External Antena High Gain. Untuk menentukan berapa jarak yang bisa dijangkau diperlukan perhitungan yang akan diuraikan dalam Link Budget
dB dan dBm
Dalam Link Budget seringkali ditemui perhitungan yan mengguakan satuan dB dan dBm. Sehingga sebelum melangkah lebih jauh perlu dipahami terlebih dahulu kedua satuan ini.
Apa itu dB?
dB adalah singkatan dari decibel, merupakan satuan perbandingan level sinyal. Jika nilainya positip maka disebut factor penguatan (gain), jika nilainya negative
disebut redaman (loss)
Gambar 16. Blok diagram input output
Jika input = 1 watt, output = 100 watt maka terjadi penguatan 100 kali
Jika input = 100 watt, output = 50 watt maka terjadi redaman (loss) ½ daya
Jika dinyatakan dalam dB :
G = 10 log 100/1 = 20 dB
G = 10 log 50/100 = -3 dB == maka disebut redaman / loss 3 dB
dBW dan dBm adalah satuan level daya
dBW satuan level daya dengan referensi daya 1 watt
P(dBW) = 10 Log P(watt)/1 watt
dBm satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 watt
P (dBm) = 10 Log P(watt)/10-3 watt
Contoh :
1. 10 watt = ……. dbW
2. 100 watt = …… dBW
3. 1000 watt = ……. dBW
Jwb :
1. P (dBW) = 10 Log 10 watt/1 watt = 10 Log 10 = 10 dBW
2. P (dBW) = 10 Log 100 watt/1 watt = 10 Log 100 = 20 dBW
3. P (dBW) = 10 Log 1000 watt /1 watt = 10 Log 1000 = 30 dBW
Contoh :
1. 10 Watt = ……. dBm
2. 100 Watt = ……. dBm
3. 1000 Watt = ……. dBm
Jwb :
1. P(dBm) = 10 Log 10/10-3 = 10 Log 104 = 10*4 = 40 dBm
2. P(dBm) = 10 Log 100/10-3 = 10 Log 105 = 10*5 = 50 dBm
3. P(dBm) = 10 Log 1000/10-3 = 10 Log 106 = 10*6 = 60 dBm
Kesimpulan :
10 Watt = 10 dBW = 40 dBm
100 Watt = 20 dBW = 50 dBm
1000 Watt = 30 dBW = 60 dBm
Terlihat bahwa dari dBw ke dBm terdapat selisih 30 dB sehingga dapat dirumuskan :
P (dBm) = P (dBW) + 30 atau,
P (dBW) = P (dBm) - 30
Contoh :
15 dbW = …. dBm == 15 + 30 = 45 dBm
60 dBm = …. dBW = 60 – 30 = 39 dBW
dBi satuan gain antenna dengan referensi antena isotropis yang memiliki gain = 1
G (dBi) = 10 Log Ga/Gi = Gi = 1
= 10 log Ga
Contoh :
Antena Colinear memiliki Gain 8 kali dibanding antenna isotropis. Berapa dBi Gain antenna Colinear tsb?
G = 10 log 8 = 9.03 dBi
Contoh :
Antena Yagi memiliki gain 18 dBi
18 dB = Antilog 18/10 = 63.095 ~ 63
Artinya gain antenna Yagi adalah 63 kali lebih besar dibandingkan antenna Isotropis
Beberapa Contoh penggunaan satuan dB
Contoh 1 :
Sebuah Amplifier mempunyai gain = 20 dB, jika diberi input 10 dBm berapa output amplifier tersebut?
Jawab :
Pout (dBm) = Pin(dBm) + G = 10 + 20 = 30 dBm
Contoh 2 :
Sebuah Amplifier dengan gain 30 dB, jika outputnya sebesar 45 dBm berapa level inputnya?
Jawab :
Pout(dBm) = Pin (dBm) + G == Pin = Pout – G = 45 – 30 = 15 dBm
Contoh 3 :
Output amplifier sebesar 30 dBm akan dilewatkan kabel dengan redaman / loss 2 dB. Berapa level sinyal setelah melewati kabel?
Jawab :
Pout = Pin – L = 30 – 2 = 28 dBm
Contoh 4 :
Output RF amplifier sebesar 20 dBm akan diumpankan ke antenna parabolic dengan Gain = 15 dB melalui kabel pigtail yang memiliki redaman / Loss 2 dB. Berapa EIRP dari sinyal tsb.
Jawab :
EIRP = Po – L + Ga = 20 – 2 + 15 = 33 dBm
Link Budget
Link Budget adalah perhitungan link radio untuk menentukan apakah Transmit Power dari Station A setelah sampai di Station B memenuhi nilai nominal sehingga kedua sation dapat saling berkomunikasi
Karena wireless LAN bekerja pd frek dlm orde GHz maka rentan terhadap adanya benda penghalang sehingga perlu kondisi Line Of Sight yg digambarkan pada gambar berikut :
Gambar 17. Line Of Sight
Jika kedua titik yang akan berkomunikasi terdapat penghalang seperti bangunan tinggi, pohon dan sebagainya maka sinyal terhalang sehingga komunikasi tidak dimungkinkan.
Besarnya jarak antara kedua titik menentukan besarnya redaman terhadap sinyal yang dipancarkan. Redaman udara bebas terhadap gelombang radio disebut Free Space Loss yang nilainya dipengaruhi jarak dan frekuensi yang dapat dihitung dengan persamaaan berikut :
Lfs = 92.5 + 20 Log f + 20 Log d
Lfs : Free Space Loss (dB)
f : Frekuensi (GHz)
d : Jarak (km)
Gambar berikut akan menjelaskan mengenai Link Budget yang dimaksud dan secara terpisah akan disertakan Link Budget Calculator dalam file Excel dengan memasukkan parameter :
• Frekuensi
• Jarak
• Transmit power (Ptx)
• Receive sensitivity
• Loss pigtail (Lst dan Lsr)
• Gain antenna transmit (Gtx)
• Gain antenna receive (Grx)
sehingga tinggal melihat nilai RSL (Receive Signal Level) dan marginnya terhadap Receive Sensitivity.
Gambar 18. Link Budget Calculator
Untuk menentukan apakah kedua station dapat berkomunikasi nilai RSL >= Rx Sensitivity dan komunikasi akan optimal jika nilai RSL sebesar 10 dB di atas Rx Sensitivity atau disebut System Operating Margin (SOM) sebesar 10 dB. Misalnya jika Rx sensitivity – 86 dBm maka RSL setidaknya – 76 dBm.
Antena Parabolic
Disebut antenna parabolic karena sub system dari antenna berbentuk cekungan parabolic yang prinsip kerjanya adalah seperti cermin cekung dimana sinyal yang datang dari arah depan akan difokuskan pada titik fokusnya dan di titik inilah terdapat level sinyal paling tinggi. Berdasar prinsip tersebut makan pada titik focus parabolic inilah dipasang feeder yg berfungsi untuk mengumpankan sinyal untuk arah pancar dan arah terima. Struktur dasar antena parabolic adalah sbb :
Gambar 19. Struktur antena parabolic
Untuk mengetahui jarak titik focus parabolic adalah sbb :
f = D2/(16*d)
f : Jarak titik focus dari center parabolic dish
D : Diameter parabolic dish
d : Kedalaman dish
Untuk mengetahui gain dari antenna parabolic adalah dg persamaan berikut :
G = 10 Log Eff + 20 Log f + 20 Log D + 20.4
G : Gain (dB)
Eff : Effisiensi parabolic dish (pd umumnya 0.55)
f : Frekuensi (GHz)
D : Diameter parabolic dish (m)
Macam-macam Homebrew Antena 2.4 GHz
dan Cara pembuatannya
Berikut akan diberikan beberapa contoh homebrew antena beserta langkah-langkah pembuatannya. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan antena antara lain :
Bahan mudah didapat
Harga terjangkau
Konstruksi mudah
Antena PVC
Disebut Antena PVC karena bahannya terbuat dari bahan pipa PVC yang dilapisi aluminium foil. Desain Antena PVC adalah sebagai pengembangan antena Kaleng yang mudah berkarat jika dipasang di outdoor. Digunakan untuk jarak dekat 200 ~ 300 m, misalnya RT-RW Net dalam kompleks perumahan
Bahan-bahan :
PVC 4 inch panjang +/- 20 cm
Tutup pipa 4 inch : 2 buah
Aluminium foil
Plat L dari bahan isolator
Wifi USB
Cable ties
Baut dan klem 1 inch
Rubber Tape
Diagram Antena PVC :
Gambar 20. Diagram Antena PVC
Langkah kerja :
1. Pasang Wireless USB yg sudah dibalut rubber tape ke plat L, lalu ikat dengan cable ties
Gambar 21. Pemasangan wireless USB pada plat L
2. Siapkan pipa PVC yang telah dilubangi untuk pemasangan wireless USB
Gambar 22. Lubang untuk wireless USB
3. Beri lapisan aluminium pada bagian-bagian yang memerlukan yaitu seluruh dinding luar PVC dan dinding dalam tutup pipa belakang yang akan dipasang dekat wireless USB
4. Pasang klem dengan dua buah baut ke tutup pipa yg dilapisi aluminium foil
5. Pasang wireless USB + Plat ke lubang yang tersedia kencangkan dengan dua buah mur baut kecil agar plat L terpasang cukup kuat ke PVC
6. Pasang kedua buah tutup pipa dengan posisi seperti gambar di bawah
7. Pasang antena pada tiang antena seperti gambar
8. Hubungkan antena ke komputer dengan kabel USB extender
Gambar 23. Step by step pemasangan Antenna PVC
Antena Omni
Antena Omni memiliki pola radiasi yang menyebar sama rata ke segala arah, sehingga cocok digunakan sebagai antena access point.
Diagram Antena Omni :
Gambar 24. Diagram Antena Omi
Bahan :
1. Pipa PVC 1 inch panjangnya disesuaikan dengan element antena
2. Tutup pipa 1 inch : 2 buah
3. Kawat email diameter +/- 1 mm
4. N-type female connector
5. Klem pipa : 2 buah
6. Baut secukupnya
7. Busa plastik secukupnya
Langkah kerja :
1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan
2. Pasang N-Connector ke tutup pipa 1 inch yang akan di pasang di bagian bawah
Gambar 25. Material Antenna Omni
3. Pasang busa plastik yang dibentuk lingkarang yang dibelah sebagian untuk penyangga kawat email agar center di dalam pipa dan tidak bengkok
Gambar 26. Pemasangan busa plastic penyangga element antena
4. Masukkan kawat email yang telah dipasang busa plastic ke dalam pipa
Gambar 27. Cara memasukkan elemen Antenna Omni ke dalam PVC
5. Solder kawat ujung bawah email ke inner n-Connector
6. Pasang kedua tutup pipa
Gambar 28. Penyolderan elemen antenna ke N-Connector
7. Siapkan klem seperti gambar di bawah. Menggunakan sembarang bahan isolator yang cukup kuat dan tahan lama jika dipasang di outdoor. Plat putih pada gambar di bawah terbuat dari pipa PVC ½ inch yang dipanaskan kemudian dipress. Lengkungan yang membentuk huruf C terbuat dari pipa PVC 1 inch yang dibelah kira-kira ¼ lingkaran.
8. Pasang klem ke antena omni
Gambar 29. Klem antena
9. Pasang antenna ke pipa tiang antenna seperti gambar berikut
Gambar 30. Pemasangan Antena Omni
Antena 8 Quad
Antena 8 Quad termasuk jenis antena sectoral karena pola radiasinya ke satu arah dengan sudut perarahan yang lebar, cocok untuk antena access point yang clientnya berada pada area tertentu.
Bahan :
Plat Aluminium
Kawat email 1 mm
N-Connector
Diagram antena 8 Quad :
Gambar 31. Diagram Antena 8 Quad
Gambar 32. Contoh pemasangan Antena 8 Quad
Antena WajanBolic
Disebut WajanBolic karena dasarnya sama saja dengan antenna parabolic pada umumnya hanya bahannya untuk parabolic dish-nya menggunakan wajan, alat dapur yang biasa dipakai untuk memasak.
Macam-macam konfigurasi Antena WajanBolic :
WajanBolic dengan Wireless LAN PCI card
Antena bawaan PCI adapter dilepas lebih dahulu jika akan digantikan dengan antenna luar / wajanbolic
Jika antenna dipasang di outdoor memerlukan kabel coax panjang untuk menyalurkan sinyal RF dari PCI wireless adapter ke antenna
Kabel coax yg panjang mengakibatkan redaman yang besar terhadap sinyal RF dan harganya relative mahal
Perlu crimping tool untuk memasang konektor RP-SMA atau RP-TNC dan N-type dikedua ujung kabel coax
Tidak memerlukan power supply eksternal
Perlu bongkar casing PC dalam pemasangan PCI card karena hanya bisa dipasang ke desktop PC, tidak dapat dipasang di notebook
Gambar 33. Konfigurasi WajanBolic dg PCI wireless adapter
WajanBolic dengan Wireless LAN USB
USB wireless adapter dipasang pada antenna
Tidak perlu N-Connector dan pigtail
Penghubung antara antenna ke PC menggunakan kabel USB extender yg dibuat dengan kabel UTP dg ujung kabel arah antenna menggunakan konektor USB Female dan ujung kabel arah PC konektor USB Male
Yang disalurkan dari antenna ke PC adalah data dan USB power supply bukan sinyal RF
Karena penghubungnya kabel UTP maka dg panjang yg sama lebih murah jika dibandingkan jika menggunakan kabel coax
Tidak memerlukan crimping tool untuk pemasangan konektor USB ke kabel UTP
Bisa dihubungkan ke desktop PC maupun notebook
Gambar 34. Konfigurasi WajanBolic dg USB wireless adapter
WajanBolic dengan Access Point
Gambar 35. Konfigurasi WajanBolic dg Access Point
Memerlukan pigtail untuk menghubungkan RF out Access Point ke antenna
Memerlukan Power Over Ethernet untuk menyalurkan data dan tegangan DC
Memerlukan casing pelindung Access Point karena dipasang di outdoor
Pembuatan antenna WajanBolic
Software Utility yg digunakan adalah File Antena Calculator (file Excel terlampir) untuk alat bantu perhitungan menentukan focus wajan dan posisi USB wireless adapter atau posisi konektor N-type pada feeder antena
Peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan mekanik pada pembuatan antenna antara lain :
Gergaji besi
Mesin bor
Kikir bulat diameter 0.8 ~ 1 cm
Kikir bulat diameter 0.3 ~ 0.5 cm
Kikir ½ lingkaran diameter +/- 1 cm
Penggaris
Cutter
Kunci shock / kunci inggris
Tang
Tang potong
Solder & timah
Papan kayu untuk alas pengeboran dan pengeboran
Kabel extender listrik
Besi lancip / paku untuk penandaan yang akan dibor
Palu
Pipa +/- 1“ dengan panjang 2 ~ 3m sebagai tower antenna
WajanBolic dengan Wireless USB
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan antenna :
Wajan diameter 36 cm atau lebih, cari yang bahannya ringan
Pipa PVC 3”
Tutup pipa 3” : 2 buah
Aluminium tape
Plat L dari bahan non logam untuk dudukan USB wireless adapter
Tie wrap / tali plastic kecil
Mur baut kecil panjang < 2 cm : 2 buah
Baut besar dengan mur 2 buah panjang +/- 10 cm untuk meng-klem tutup pralon dengan wajan
Plat L bahan logam & Baut U (optional)
Rubber tape
Silikon rubber
USB Wireless adapter
Langkah kerja :
Melakukan perhitungan untuk menentukan ukuran Lg/4, ¾ Lg dan f
Ukur diameter luar pipa PVC dengan satuan mm lalu masukkan ke file utility untuk menentukan nilai Lg/4 dan ¾ Lg
Freq. Wifi f 2.437 GHz
L 123.102 mm
L/4 30.7755 mm
Diameter Kaleng/Feeder/Pipa PVC D 89 mm
Posisi RF feed Lg/4 52.935 mm
Panjang Kaleng/feeder 3/4 Lg 158.805 mm
Gambar 36. Tampilan file antenna calculator untuk menentukan Lg/4 dan ¾ Lg
Contoh :
Diameter luar pipa PVC 3 “ adalah : 89 mm, setelah dimasukkan dalam table di atas didapat nilai Lg/4 = 52.9 mm ~ 53 mm dan ¾ Lg = 158.8 mm ~ 159 mm
Lg/4 adalah posisi penempatan USB wireless adapter atau konektor N-type dari ujung feeder
¾ Lg adalah panjang feeder atau dalam hal ini adalah panjang bagian pipa PVC yang dilapisi aluminium tape mulai dari dinding dalam tutup pipa bagian depan
Kemudian ukur diameter dan kedalaman wajan dengan satuan cm untuk menentukan jarak titik focus dari center wajan
D (m) d (m) f (m) G (dB)
0.36 0.11 0.07364 15.1509
36 11 7.36364 <=== dalam cm
Gambar 37. Tampilan file antenna calculator untuk menentukan f
Contoh :
Diameter wajan : 36 cm, kedalaman : 11 cm maka didapat jarak titik focus dari center wajan : 7.36 cm ~ 7.4 cm
Dari hitungan di atas jika digambarkan dengan diagram adalah sbb :
Gambar 38. Diagram WajanBolic dengan USB adapter
Langkah kerja :
Siapkan komponen antenna berikut :
Gambar 39. Komponen WajanBolic + USB wireless adapter
Gambar 40. Pemasangan USB adapter ke plat L
Siapkan USB wireless adapter yang telah dibalut dengan rubber tape untuk mencegah kemasukan air akibat kondensasi, diikat dengan tali plastic (tie wrap) pada plat L dari bahan isolator
Gambar 41. Feeder antena dari pralon 3” yang diberi lubang USB, lubang baut kecil dan dilapisi aluminium foil
Gambar 42. Pemasangan USB adapter pada pralon 3”
Pasang USB adapter ke lubang yang talah tersedia dan pasang 2 buah baut kecil untuk menguatkan dudukan plat L. Saat antenna dipasang di outdoor sekitar lubang USB diberi silicone rubber
Siapkan tutup pralon 3” yang dilapisi aluminium bagian dalamnya
Gambar 43. Tutup pralon 3” yang dilapisi aluminium foil
Pasangkan tutup pralon di atas pada ujung pipa 3” yg dilapisi aluminium
Gambar 44. Feeder antenna siap pasang ke wajan
Gambar 45. Pemasangan tutup pipa 3” di center wajan
Gambar 46. Antena WajanBolic dengan USB adapter siap pasang
Kabel USB Extender
Untuk menghubungkan Antena WajanBolic yang dipaang di outdoor ke PC diperlukan kabel USB yang panjang. Kabel USB bawaan USB adapter biasanya hanya 1 m. Untuk memperpanjang kabel USB caranya antara lain :
Menggunakan Kabel USB Active Extension atau dikenal sebagai USB Repeater
Gambar 47. Kabel USB repeater
Kabel USB Repeater di pasaran panjang per segmennya 5m dan menurut rekomendasi pabrik dapat disambung sampai dengan 5 segmen sehingga total 25m. Cara ini mudah tetapi biaya untuk kabel jadi lebih mahal dari antenna beserta USB adapternya.
Alternatif untuk memperpanjang kabel USB yang lebih ekonomis adalah dengan membuat kabel USB exender menggunakan kabel UTP. Gambar di bawah menjelaskan susunan kabel yang akan disambungkan.
Gambar 48. Susunan kabel USB extender menggunakan UTP
Kabel UTP Orange - Putih Orange disatukan untuk menghubungkan pin +5V (kabel USB Merah)
Kabel UTP Putih Hijau untuk menghubungkan pin + Data (kabel USB Putih)
Kabel UTP Hijau menghubungkan pin – Data (kabel USB Hijau)
Kabel UTP Biru – Putih Biru dan Coklat – Putih Coklat diatukan untuk menghubungkan Ground (kabel USB Hitam)
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan kabel USB extender :
Kabel USB
Kabel UTP panjang 10 m atau desesuaikan dengan kebutuhan
Selongsong kabel / kondom kabel diameter +/- 3 mm
Pipa kecil untuk melindungi sambungan kabel
Rubber tape
Langkah Kerja :
Siapkan material berikut
Gambar 49. Material untuk membuat kabel USB extender
Kupas selongsong luar pada kedua ujung kabel UTP +/- 3.5 cm
Kupas ujung kabel (8 kabel) sehingga kabel kelihatan +/- 3 mm
Gambar 50. Ujung kabel UTP yang dikupas
Potong kabel USB dan kupas selongsong luarnya +/- 3.5 cm
Kupas ke empat ujung kabel pada ujungnya sehingga kabel kelihatan +/- 3 mm
Gambar 51. Kabel USB yang dipotong dan dikupas ujungnya
Pasang potongan pipa untuk melindungi sambungan kabel sebelum kabel disolder
Gambar 52. Pemasangan pipa pelindung sambungan
Pasang selongsong kabel / kondom kabel untuk masing-masing sambungan
Gambar 53. Pemasangan kondom kabel
Setelah kabel disolder, panasi kondom kabel sampai menyusut sehingga sambungan terlindungi
Pipa pelindung diposisikan pada sambungan kabel kemudian kedua ujung pipa diikat dengan rubber tape sehingga rapat dan cukup kuat
Jika dengan kabel UTP yang panjang, PC tak mampu mendetek USB adapter maka kabel USB extender UTP dapat disambungkan dengan kabel USB Repeater sehingga total panjangnya bertambah 5 m
Gambar 54. Kabel USB extender yang sudah jadi
Gambar 55. Pemasangan kabel USB extender ke Antena
WajanBolic dengan Access Point
Bahan-bahan yang diperlukan :
Wajan diameter 36 cm atau lebih, cari yang bahannya ringan
Pipa PVC 3”
Tutup pipa 3” : 2 buah
Aluminium tape
Konektor N-Type Female
Kawat tembaga / kawat email diameter +/- 1 ~ 2 mm
Access Point dan Pigtail
Baut besar panjang +/- 10 cm untuk meng-klem tutup pralon dengan wajan
Plat L bahan logam & Baut U (optional)
Langkah Kerja :
Melakukan perhitungan dengan file utility seperti pada pembuatan WajanBolic + USB wireless adapter untuk menentukan ukuran Lg/4, ¾ Lg, L/4 dan f dari konfigurasi di bawah
Gambar 56. Diagram WajanBolic dg konekctor N-type female
Siapkan bahan-bahan seperti gambar berikut :
Gambar 57. Komponen WajanBolic + Access Point
Pasang tutup pipa 3” yang telah dilobangi di bagian tengah wajan dan pasang baut besar beserta murnya sehingga seperti gambar di bawah
Gambar 58. Pemasangan tutup pipa 3” ke wajan
Pipa PVC 3” yang telah dilberi lubang untuk pemasangan konektor N-Type Female dan dilapisi aluminium foil
Gambar 60. Pipa 3” berlapis aluminium dan konektor N-type female
Setelah konektor N- type dipasang akan menjadi seperti gambar berikut
Gambar 61. Konektor yang sudah terpasang
Kemudian siapkan tutup pipa yang bagian dalamnya dilapisi aluminium foil
Gambar 62. Tutup pipa 3” yg dilapisi aluminium foil bagian dalamnya
Pasang tutup pipa di atas seperti gambar berikut
Gambar 62. Feeder antena
Pasang ke tutup pipa yang di tengah wajan dan hubungkan antenna ke Access Point dengan pigtail seperti gambar berikut
Gambar 64. Hubungan antenna ke Access Point
Diagram pemasangan pada pipa tiang antenna adalah sbb
Gambar 65. Diagram pemasangan pada tiang antenna
Contoh lain pemasangan antenna jika menggunakan plat L dan baut U bisa dilihat pada gambar 32
Antena Pancibolic
Pada dasarnya antenna ini sama dengan Antena WajanBolic hanya berbeda bahan untuk parabolic reflektornya yang menggunakan tutup panci. Karena berbeda kedalaman maka jarak titik focusnya berbeda
Gambar 66. Antena Pancibolic
Demikian uraian langkah demi langkah pembuatan beberapa macam Homebrew Antenna semoga bermanfaat bagi Anda.
Selamat mencoba, semoga sukses !
Kebutuhan akses internet semakin meningkat di kalangan : perkantoran, pendidikan, pemerintahan, bisnis dan rumah. Seiring dengan turunnya harga peralatan wireless LAN dan bandwidth internet maka penetrasi internet akan semakin luas. Menjamurnya RT RW Net dengan peralatan homebrew (bikinan sendiri) dengan harga murah turut mendorong meningkatnya pengguna internet di kalangan masyarakat karena dapat menurunkan biaya untuk pembangunan jaringan.
Dalam tulisan akan dibahas dasar-dasar wireless LAN, pengenalan peralatan wireless LAN dan beberapa contoh homebrew antena beserta cara pembuatnnya.
Topologi Jaringan
Secara umum ada 2 macam topologi jaringan wireless LAN yaitu : Jaringan Infrastruktur dan Jaringan Ad Hoc
Jaringan Infrastruktur
Terdapat 1 buah Access Point (AP) yang terhubung jaringan LAN kabel dan router untuk koneksi internet
PC pada jaringan LAN kabel (wired LAN) berkomunikasi dengan PC wireless LAN melalui Access Point, demikian pula komunikasi antar PC wireless LAN
PC wireless LAN memerlukan wireless LAN berupa PCI, PCMIA atau USB adapter, bisa juga menggunakan AP yang diset pd mode Client Infrastructure / Station Infrastructure
PC dalam jaringan wired & wireless bersama-sama mengakses internet melalui router
Kualitas Saluran (Link Quality) antara AP ke wireless Client ditetukan oleh kuat sinyal (signal strength) yg diterima oleh wireless adapter pd PC Client.
Contoh konfigurasinya adalah sbb :
Gambar 1. Jaringan Infrastruktur
Dalam perkembangannya banyak vendor yang mengeluarkan produk Access Point yang dibundle dengan router dan disebut Wireless Router.
Gambar 2. Access Point + Router = Wireless Router
Jaringan Ad Hoc
Antar PC dengan wireless LAN Adapter berkomunikasi langsung tanpa Access Point
Gambar 3. Jaringan Ad hoc
Mengenal Lebih Dekat Peralatan Wireless LAN
Access Point
Pada Panel belakang terdapat :
Antena ada yang bisa dicopot (detachable antenna) biasanya menggunakan konektor RP-SMA atau RP-TNC, ada juga yang fixed (non-detachable antenna)
Colokan LAN untuk menghubungkan AP ke wired LAN atau untuk keperluan setting AP
Colokan DC Power Supply
Tombol Reset untuk me-reset AP ke default factory setting
Gambar 4. Panel Belakang AP
Panel depan terdapat :
Indikator Power, Wireless dan LAN
Gambar 5. Panel Depan AP
USB wireless adapter
Gambar 6. USB Wireless Adapter
PCI wireless adapter
Gambar 7. PCI Wireless Adapter
PCMIA wireless adapter
Gambar 8. PCMIA Wireless Adapter
Antena Eksternal
Digunakan untuk meningkatkan jarak jangkau wireless LAN. Antena bawaan AP dilepas kemudian dengan pigtail, RF out AP dihubungkan ke Antena eksternal
(a) (b) (c)
(d)
Gambar 9. Antena Eksternal (a) Parabolic Grid, (b) Sectoral, (c) Omni, (d) Yagi
Pigtail & konektor
Pigtail adalah kabel pendek penghubung AP ke Antena Eksternal
Gambar 10. Pigtail
Kebanyakan Pigtail di pasaran adalah : RP- SMA to N-Type Male dan RP-TNC to N-Type Male
(a) (b)
(c) (d)
Gambar 11. Konektor (a) N-Type Male, (b) N-Type Female, (c) RP-TNC, (d) RP-SMA
POE (Power Over Ethernet) atau DC Power Injector
Gambar 12. Power Injector
POE digunakan untuk mengumpankan tegangan DC dari Power Supply Indoor ke AP Outdoor melalui kabel data UTP dengan memanfaatkan jalur kabel yang tidak digunakan untuk menyalurkan data. Data dilsalurkan melalui kabel UTP dg konektor RJ45 pada pin 1,2,3 dan 6, sehingga pin 4, 5, 7 dan 8 dapat digunakan untuk menyalurkan tegangan DC. Data pin konektor RJ45 dan konfigurasi kabel UTP adalah seperti gambar berikut :
Gambar 13. Data Pin RJ45 dan Konfigurasi kabel UTP
Wireless Router
Gambar 14. Wireless Router
Wireless Router memiliki :
Port WAN 1 buah dengan konektor RJ45 terhubung ke Internet via Cable / DSL Modem
Port LAN 4 buah dengan konektor RJ45 terhubung ke LAN
Omni Antenna
DC Input
Tombol Reset untuk me-reset ke factory default setting
Spesifikasi Wireless LAN
SPECIFICATIONS
Standards IEEE 802.11g, IEEE802.11b
Bus Type USB 2.0 Type A
Frequency Band 2.4000~2.4835GHz
Modulation IEEE802.11g: OFDM with BPSK, QPSK, 16QAM, 64QAM
IEEE802.11b: BPSK, QPSK, CCK
Data Rate 54/48/36/24/18/12/11/9/6/5.5/2/1Mbps auto fallback
Operating Frequency / Channel 2.412~2.462GHz (FCC, Canada) / 11 Channels
2.412~2.472GHz (ETSI, Europe) / 13 Channels
2.412~2.484GHz (TELEC, Japan) / 14 Channels
Securities 64/128/256-bit WEP Encryption
WPA( TKIP, IEEE 802.1x)
AES
Working Mode AD-Hoc, Infrastructure
Management Utility, or Windows XP build-in utility
Antenna Internal Antenna
Drivers Windows 98SE/Me/2000/XP
LED Link, Activity
Transmit Power 16dBm (Typical)
Power Consumption
TX: 340mA / RX: 150mA
Receive Sensitivity -72dBm@54Mbps, -85dBm@11Mbps, -93dBm@1Mbps
Dimension 9(H) x 27(W) x 87(D) mm
Temperature 32~122¢XF (0 ~50¢XC)
Humidity 0-95% (NonCondensing)
Certification FCC, CE
Gambar 15. Contoh spesifikasi
Parameter penting dari spesifikasi diatas yang berhubungan dengan jarak jangkauan adalah Transmit Power dan Receive Sensitivity. Dengan antenna bawaannya yang berupa antenna omni dengan typical gain 2 db jarak yang dapat dijangkau sekitar beberapa ratus meter dengan kondisi open space.
Bagaimana agar jarak jangkauan dapat ditingkatkan agar bias lebih jauh? Caranya dengan mengganti antenna bawaan Access Point dengan External Antena High Gain. Untuk menentukan berapa jarak yang bisa dijangkau diperlukan perhitungan yang akan diuraikan dalam Link Budget
dB dan dBm
Dalam Link Budget seringkali ditemui perhitungan yan mengguakan satuan dB dan dBm. Sehingga sebelum melangkah lebih jauh perlu dipahami terlebih dahulu kedua satuan ini.
Apa itu dB?
dB adalah singkatan dari decibel, merupakan satuan perbandingan level sinyal. Jika nilainya positip maka disebut factor penguatan (gain), jika nilainya negative
disebut redaman (loss)
Gambar 16. Blok diagram input output
Jika input = 1 watt, output = 100 watt maka terjadi penguatan 100 kali
Jika input = 100 watt, output = 50 watt maka terjadi redaman (loss) ½ daya
Jika dinyatakan dalam dB :
G = 10 log 100/1 = 20 dB
G = 10 log 50/100 = -3 dB == maka disebut redaman / loss 3 dB
dBW dan dBm adalah satuan level daya
dBW satuan level daya dengan referensi daya 1 watt
P(dBW) = 10 Log P(watt)/1 watt
dBm satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 watt
P (dBm) = 10 Log P(watt)/10-3 watt
Contoh :
1. 10 watt = ……. dbW
2. 100 watt = …… dBW
3. 1000 watt = ……. dBW
Jwb :
1. P (dBW) = 10 Log 10 watt/1 watt = 10 Log 10 = 10 dBW
2. P (dBW) = 10 Log 100 watt/1 watt = 10 Log 100 = 20 dBW
3. P (dBW) = 10 Log 1000 watt /1 watt = 10 Log 1000 = 30 dBW
Contoh :
1. 10 Watt = ……. dBm
2. 100 Watt = ……. dBm
3. 1000 Watt = ……. dBm
Jwb :
1. P(dBm) = 10 Log 10/10-3 = 10 Log 104 = 10*4 = 40 dBm
2. P(dBm) = 10 Log 100/10-3 = 10 Log 105 = 10*5 = 50 dBm
3. P(dBm) = 10 Log 1000/10-3 = 10 Log 106 = 10*6 = 60 dBm
Kesimpulan :
10 Watt = 10 dBW = 40 dBm
100 Watt = 20 dBW = 50 dBm
1000 Watt = 30 dBW = 60 dBm
Terlihat bahwa dari dBw ke dBm terdapat selisih 30 dB sehingga dapat dirumuskan :
P (dBm) = P (dBW) + 30 atau,
P (dBW) = P (dBm) - 30
Contoh :
15 dbW = …. dBm == 15 + 30 = 45 dBm
60 dBm = …. dBW = 60 – 30 = 39 dBW
dBi satuan gain antenna dengan referensi antena isotropis yang memiliki gain = 1
G (dBi) = 10 Log Ga/Gi = Gi = 1
= 10 log Ga
Contoh :
Antena Colinear memiliki Gain 8 kali dibanding antenna isotropis. Berapa dBi Gain antenna Colinear tsb?
G = 10 log 8 = 9.03 dBi
Contoh :
Antena Yagi memiliki gain 18 dBi
18 dB = Antilog 18/10 = 63.095 ~ 63
Artinya gain antenna Yagi adalah 63 kali lebih besar dibandingkan antenna Isotropis
Beberapa Contoh penggunaan satuan dB
Contoh 1 :
Sebuah Amplifier mempunyai gain = 20 dB, jika diberi input 10 dBm berapa output amplifier tersebut?
Jawab :
Pout (dBm) = Pin(dBm) + G = 10 + 20 = 30 dBm
Contoh 2 :
Sebuah Amplifier dengan gain 30 dB, jika outputnya sebesar 45 dBm berapa level inputnya?
Jawab :
Pout(dBm) = Pin (dBm) + G == Pin = Pout – G = 45 – 30 = 15 dBm
Contoh 3 :
Output amplifier sebesar 30 dBm akan dilewatkan kabel dengan redaman / loss 2 dB. Berapa level sinyal setelah melewati kabel?
Jawab :
Pout = Pin – L = 30 – 2 = 28 dBm
Contoh 4 :
Output RF amplifier sebesar 20 dBm akan diumpankan ke antenna parabolic dengan Gain = 15 dB melalui kabel pigtail yang memiliki redaman / Loss 2 dB. Berapa EIRP dari sinyal tsb.
Jawab :
EIRP = Po – L + Ga = 20 – 2 + 15 = 33 dBm
Link Budget
Link Budget adalah perhitungan link radio untuk menentukan apakah Transmit Power dari Station A setelah sampai di Station B memenuhi nilai nominal sehingga kedua sation dapat saling berkomunikasi
Karena wireless LAN bekerja pd frek dlm orde GHz maka rentan terhadap adanya benda penghalang sehingga perlu kondisi Line Of Sight yg digambarkan pada gambar berikut :
Gambar 17. Line Of Sight
Jika kedua titik yang akan berkomunikasi terdapat penghalang seperti bangunan tinggi, pohon dan sebagainya maka sinyal terhalang sehingga komunikasi tidak dimungkinkan.
Besarnya jarak antara kedua titik menentukan besarnya redaman terhadap sinyal yang dipancarkan. Redaman udara bebas terhadap gelombang radio disebut Free Space Loss yang nilainya dipengaruhi jarak dan frekuensi yang dapat dihitung dengan persamaaan berikut :
Lfs = 92.5 + 20 Log f + 20 Log d
Lfs : Free Space Loss (dB)
f : Frekuensi (GHz)
d : Jarak (km)
Gambar berikut akan menjelaskan mengenai Link Budget yang dimaksud dan secara terpisah akan disertakan Link Budget Calculator dalam file Excel dengan memasukkan parameter :
• Frekuensi
• Jarak
• Transmit power (Ptx)
• Receive sensitivity
• Loss pigtail (Lst dan Lsr)
• Gain antenna transmit (Gtx)
• Gain antenna receive (Grx)
sehingga tinggal melihat nilai RSL (Receive Signal Level) dan marginnya terhadap Receive Sensitivity.
Gambar 18. Link Budget Calculator
Untuk menentukan apakah kedua station dapat berkomunikasi nilai RSL >= Rx Sensitivity dan komunikasi akan optimal jika nilai RSL sebesar 10 dB di atas Rx Sensitivity atau disebut System Operating Margin (SOM) sebesar 10 dB. Misalnya jika Rx sensitivity – 86 dBm maka RSL setidaknya – 76 dBm.
Antena Parabolic
Disebut antenna parabolic karena sub system dari antenna berbentuk cekungan parabolic yang prinsip kerjanya adalah seperti cermin cekung dimana sinyal yang datang dari arah depan akan difokuskan pada titik fokusnya dan di titik inilah terdapat level sinyal paling tinggi. Berdasar prinsip tersebut makan pada titik focus parabolic inilah dipasang feeder yg berfungsi untuk mengumpankan sinyal untuk arah pancar dan arah terima. Struktur dasar antena parabolic adalah sbb :
Gambar 19. Struktur antena parabolic
Untuk mengetahui jarak titik focus parabolic adalah sbb :
f = D2/(16*d)
f : Jarak titik focus dari center parabolic dish
D : Diameter parabolic dish
d : Kedalaman dish
Untuk mengetahui gain dari antenna parabolic adalah dg persamaan berikut :
G = 10 Log Eff + 20 Log f + 20 Log D + 20.4
G : Gain (dB)
Eff : Effisiensi parabolic dish (pd umumnya 0.55)
f : Frekuensi (GHz)
D : Diameter parabolic dish (m)
Macam-macam Homebrew Antena 2.4 GHz
dan Cara pembuatannya
Berikut akan diberikan beberapa contoh homebrew antena beserta langkah-langkah pembuatannya. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pembuatan antena antara lain :
Bahan mudah didapat
Harga terjangkau
Konstruksi mudah
Antena PVC
Disebut Antena PVC karena bahannya terbuat dari bahan pipa PVC yang dilapisi aluminium foil. Desain Antena PVC adalah sebagai pengembangan antena Kaleng yang mudah berkarat jika dipasang di outdoor. Digunakan untuk jarak dekat 200 ~ 300 m, misalnya RT-RW Net dalam kompleks perumahan
Bahan-bahan :
PVC 4 inch panjang +/- 20 cm
Tutup pipa 4 inch : 2 buah
Aluminium foil
Plat L dari bahan isolator
Wifi USB
Cable ties
Baut dan klem 1 inch
Rubber Tape
Diagram Antena PVC :
Gambar 20. Diagram Antena PVC
Langkah kerja :
1. Pasang Wireless USB yg sudah dibalut rubber tape ke plat L, lalu ikat dengan cable ties
Gambar 21. Pemasangan wireless USB pada plat L
2. Siapkan pipa PVC yang telah dilubangi untuk pemasangan wireless USB
Gambar 22. Lubang untuk wireless USB
3. Beri lapisan aluminium pada bagian-bagian yang memerlukan yaitu seluruh dinding luar PVC dan dinding dalam tutup pipa belakang yang akan dipasang dekat wireless USB
4. Pasang klem dengan dua buah baut ke tutup pipa yg dilapisi aluminium foil
5. Pasang wireless USB + Plat ke lubang yang tersedia kencangkan dengan dua buah mur baut kecil agar plat L terpasang cukup kuat ke PVC
6. Pasang kedua buah tutup pipa dengan posisi seperti gambar di bawah
7. Pasang antena pada tiang antena seperti gambar
8. Hubungkan antena ke komputer dengan kabel USB extender
Gambar 23. Step by step pemasangan Antenna PVC
Antena Omni
Antena Omni memiliki pola radiasi yang menyebar sama rata ke segala arah, sehingga cocok digunakan sebagai antena access point.
Diagram Antena Omni :
Gambar 24. Diagram Antena Omi
Bahan :
1. Pipa PVC 1 inch panjangnya disesuaikan dengan element antena
2. Tutup pipa 1 inch : 2 buah
3. Kawat email diameter +/- 1 mm
4. N-type female connector
5. Klem pipa : 2 buah
6. Baut secukupnya
7. Busa plastik secukupnya
Langkah kerja :
1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan
2. Pasang N-Connector ke tutup pipa 1 inch yang akan di pasang di bagian bawah
Gambar 25. Material Antenna Omni
3. Pasang busa plastik yang dibentuk lingkarang yang dibelah sebagian untuk penyangga kawat email agar center di dalam pipa dan tidak bengkok
Gambar 26. Pemasangan busa plastic penyangga element antena
4. Masukkan kawat email yang telah dipasang busa plastic ke dalam pipa
Gambar 27. Cara memasukkan elemen Antenna Omni ke dalam PVC
5. Solder kawat ujung bawah email ke inner n-Connector
6. Pasang kedua tutup pipa
Gambar 28. Penyolderan elemen antenna ke N-Connector
7. Siapkan klem seperti gambar di bawah. Menggunakan sembarang bahan isolator yang cukup kuat dan tahan lama jika dipasang di outdoor. Plat putih pada gambar di bawah terbuat dari pipa PVC ½ inch yang dipanaskan kemudian dipress. Lengkungan yang membentuk huruf C terbuat dari pipa PVC 1 inch yang dibelah kira-kira ¼ lingkaran.
8. Pasang klem ke antena omni
Gambar 29. Klem antena
9. Pasang antenna ke pipa tiang antenna seperti gambar berikut
Gambar 30. Pemasangan Antena Omni
Antena 8 Quad
Antena 8 Quad termasuk jenis antena sectoral karena pola radiasinya ke satu arah dengan sudut perarahan yang lebar, cocok untuk antena access point yang clientnya berada pada area tertentu.
Bahan :
Plat Aluminium
Kawat email 1 mm
N-Connector
Diagram antena 8 Quad :
Gambar 31. Diagram Antena 8 Quad
Gambar 32. Contoh pemasangan Antena 8 Quad
Antena WajanBolic
Disebut WajanBolic karena dasarnya sama saja dengan antenna parabolic pada umumnya hanya bahannya untuk parabolic dish-nya menggunakan wajan, alat dapur yang biasa dipakai untuk memasak.
Macam-macam konfigurasi Antena WajanBolic :
WajanBolic dengan Wireless LAN PCI card
Antena bawaan PCI adapter dilepas lebih dahulu jika akan digantikan dengan antenna luar / wajanbolic
Jika antenna dipasang di outdoor memerlukan kabel coax panjang untuk menyalurkan sinyal RF dari PCI wireless adapter ke antenna
Kabel coax yg panjang mengakibatkan redaman yang besar terhadap sinyal RF dan harganya relative mahal
Perlu crimping tool untuk memasang konektor RP-SMA atau RP-TNC dan N-type dikedua ujung kabel coax
Tidak memerlukan power supply eksternal
Perlu bongkar casing PC dalam pemasangan PCI card karena hanya bisa dipasang ke desktop PC, tidak dapat dipasang di notebook
Gambar 33. Konfigurasi WajanBolic dg PCI wireless adapter
WajanBolic dengan Wireless LAN USB
USB wireless adapter dipasang pada antenna
Tidak perlu N-Connector dan pigtail
Penghubung antara antenna ke PC menggunakan kabel USB extender yg dibuat dengan kabel UTP dg ujung kabel arah antenna menggunakan konektor USB Female dan ujung kabel arah PC konektor USB Male
Yang disalurkan dari antenna ke PC adalah data dan USB power supply bukan sinyal RF
Karena penghubungnya kabel UTP maka dg panjang yg sama lebih murah jika dibandingkan jika menggunakan kabel coax
Tidak memerlukan crimping tool untuk pemasangan konektor USB ke kabel UTP
Bisa dihubungkan ke desktop PC maupun notebook
Gambar 34. Konfigurasi WajanBolic dg USB wireless adapter
WajanBolic dengan Access Point
Gambar 35. Konfigurasi WajanBolic dg Access Point
Memerlukan pigtail untuk menghubungkan RF out Access Point ke antenna
Memerlukan Power Over Ethernet untuk menyalurkan data dan tegangan DC
Memerlukan casing pelindung Access Point karena dipasang di outdoor
Pembuatan antenna WajanBolic
Software Utility yg digunakan adalah File Antena Calculator (file Excel terlampir) untuk alat bantu perhitungan menentukan focus wajan dan posisi USB wireless adapter atau posisi konektor N-type pada feeder antena
Peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan mekanik pada pembuatan antenna antara lain :
Gergaji besi
Mesin bor
Kikir bulat diameter 0.8 ~ 1 cm
Kikir bulat diameter 0.3 ~ 0.5 cm
Kikir ½ lingkaran diameter +/- 1 cm
Penggaris
Cutter
Kunci shock / kunci inggris
Tang
Tang potong
Solder & timah
Papan kayu untuk alas pengeboran dan pengeboran
Kabel extender listrik
Besi lancip / paku untuk penandaan yang akan dibor
Palu
Pipa +/- 1“ dengan panjang 2 ~ 3m sebagai tower antenna
WajanBolic dengan Wireless USB
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan antenna :
Wajan diameter 36 cm atau lebih, cari yang bahannya ringan
Pipa PVC 3”
Tutup pipa 3” : 2 buah
Aluminium tape
Plat L dari bahan non logam untuk dudukan USB wireless adapter
Tie wrap / tali plastic kecil
Mur baut kecil panjang < 2 cm : 2 buah
Baut besar dengan mur 2 buah panjang +/- 10 cm untuk meng-klem tutup pralon dengan wajan
Plat L bahan logam & Baut U (optional)
Rubber tape
Silikon rubber
USB Wireless adapter
Langkah kerja :
Melakukan perhitungan untuk menentukan ukuran Lg/4, ¾ Lg dan f
Ukur diameter luar pipa PVC dengan satuan mm lalu masukkan ke file utility untuk menentukan nilai Lg/4 dan ¾ Lg
Freq. Wifi f 2.437 GHz
L 123.102 mm
L/4 30.7755 mm
Diameter Kaleng/Feeder/Pipa PVC D 89 mm
Posisi RF feed Lg/4 52.935 mm
Panjang Kaleng/feeder 3/4 Lg 158.805 mm
Gambar 36. Tampilan file antenna calculator untuk menentukan Lg/4 dan ¾ Lg
Contoh :
Diameter luar pipa PVC 3 “ adalah : 89 mm, setelah dimasukkan dalam table di atas didapat nilai Lg/4 = 52.9 mm ~ 53 mm dan ¾ Lg = 158.8 mm ~ 159 mm
Lg/4 adalah posisi penempatan USB wireless adapter atau konektor N-type dari ujung feeder
¾ Lg adalah panjang feeder atau dalam hal ini adalah panjang bagian pipa PVC yang dilapisi aluminium tape mulai dari dinding dalam tutup pipa bagian depan
Kemudian ukur diameter dan kedalaman wajan dengan satuan cm untuk menentukan jarak titik focus dari center wajan
D (m) d (m) f (m) G (dB)
0.36 0.11 0.07364 15.1509
36 11 7.36364 <=== dalam cm
Gambar 37. Tampilan file antenna calculator untuk menentukan f
Contoh :
Diameter wajan : 36 cm, kedalaman : 11 cm maka didapat jarak titik focus dari center wajan : 7.36 cm ~ 7.4 cm
Dari hitungan di atas jika digambarkan dengan diagram adalah sbb :
Gambar 38. Diagram WajanBolic dengan USB adapter
Langkah kerja :
Siapkan komponen antenna berikut :
Gambar 39. Komponen WajanBolic + USB wireless adapter
Gambar 40. Pemasangan USB adapter ke plat L
Siapkan USB wireless adapter yang telah dibalut dengan rubber tape untuk mencegah kemasukan air akibat kondensasi, diikat dengan tali plastic (tie wrap) pada plat L dari bahan isolator
Gambar 41. Feeder antena dari pralon 3” yang diberi lubang USB, lubang baut kecil dan dilapisi aluminium foil
Gambar 42. Pemasangan USB adapter pada pralon 3”
Pasang USB adapter ke lubang yang talah tersedia dan pasang 2 buah baut kecil untuk menguatkan dudukan plat L. Saat antenna dipasang di outdoor sekitar lubang USB diberi silicone rubber
Siapkan tutup pralon 3” yang dilapisi aluminium bagian dalamnya
Gambar 43. Tutup pralon 3” yang dilapisi aluminium foil
Pasangkan tutup pralon di atas pada ujung pipa 3” yg dilapisi aluminium
Gambar 44. Feeder antenna siap pasang ke wajan
Gambar 45. Pemasangan tutup pipa 3” di center wajan
Gambar 46. Antena WajanBolic dengan USB adapter siap pasang
Kabel USB Extender
Untuk menghubungkan Antena WajanBolic yang dipaang di outdoor ke PC diperlukan kabel USB yang panjang. Kabel USB bawaan USB adapter biasanya hanya 1 m. Untuk memperpanjang kabel USB caranya antara lain :
Menggunakan Kabel USB Active Extension atau dikenal sebagai USB Repeater
Gambar 47. Kabel USB repeater
Kabel USB Repeater di pasaran panjang per segmennya 5m dan menurut rekomendasi pabrik dapat disambung sampai dengan 5 segmen sehingga total 25m. Cara ini mudah tetapi biaya untuk kabel jadi lebih mahal dari antenna beserta USB adapternya.
Alternatif untuk memperpanjang kabel USB yang lebih ekonomis adalah dengan membuat kabel USB exender menggunakan kabel UTP. Gambar di bawah menjelaskan susunan kabel yang akan disambungkan.
Gambar 48. Susunan kabel USB extender menggunakan UTP
Kabel UTP Orange - Putih Orange disatukan untuk menghubungkan pin +5V (kabel USB Merah)
Kabel UTP Putih Hijau untuk menghubungkan pin + Data (kabel USB Putih)
Kabel UTP Hijau menghubungkan pin – Data (kabel USB Hijau)
Kabel UTP Biru – Putih Biru dan Coklat – Putih Coklat diatukan untuk menghubungkan Ground (kabel USB Hitam)
Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan kabel USB extender :
Kabel USB
Kabel UTP panjang 10 m atau desesuaikan dengan kebutuhan
Selongsong kabel / kondom kabel diameter +/- 3 mm
Pipa kecil untuk melindungi sambungan kabel
Rubber tape
Langkah Kerja :
Siapkan material berikut
Gambar 49. Material untuk membuat kabel USB extender
Kupas selongsong luar pada kedua ujung kabel UTP +/- 3.5 cm
Kupas ujung kabel (8 kabel) sehingga kabel kelihatan +/- 3 mm
Gambar 50. Ujung kabel UTP yang dikupas
Potong kabel USB dan kupas selongsong luarnya +/- 3.5 cm
Kupas ke empat ujung kabel pada ujungnya sehingga kabel kelihatan +/- 3 mm
Gambar 51. Kabel USB yang dipotong dan dikupas ujungnya
Pasang potongan pipa untuk melindungi sambungan kabel sebelum kabel disolder
Gambar 52. Pemasangan pipa pelindung sambungan
Pasang selongsong kabel / kondom kabel untuk masing-masing sambungan
Gambar 53. Pemasangan kondom kabel
Setelah kabel disolder, panasi kondom kabel sampai menyusut sehingga sambungan terlindungi
Pipa pelindung diposisikan pada sambungan kabel kemudian kedua ujung pipa diikat dengan rubber tape sehingga rapat dan cukup kuat
Jika dengan kabel UTP yang panjang, PC tak mampu mendetek USB adapter maka kabel USB extender UTP dapat disambungkan dengan kabel USB Repeater sehingga total panjangnya bertambah 5 m
Gambar 54. Kabel USB extender yang sudah jadi
Gambar 55. Pemasangan kabel USB extender ke Antena
WajanBolic dengan Access Point
Bahan-bahan yang diperlukan :
Wajan diameter 36 cm atau lebih, cari yang bahannya ringan
Pipa PVC 3”
Tutup pipa 3” : 2 buah
Aluminium tape
Konektor N-Type Female
Kawat tembaga / kawat email diameter +/- 1 ~ 2 mm
Access Point dan Pigtail
Baut besar panjang +/- 10 cm untuk meng-klem tutup pralon dengan wajan
Plat L bahan logam & Baut U (optional)
Langkah Kerja :
Melakukan perhitungan dengan file utility seperti pada pembuatan WajanBolic + USB wireless adapter untuk menentukan ukuran Lg/4, ¾ Lg, L/4 dan f dari konfigurasi di bawah
Gambar 56. Diagram WajanBolic dg konekctor N-type female
Siapkan bahan-bahan seperti gambar berikut :
Gambar 57. Komponen WajanBolic + Access Point
Pasang tutup pipa 3” yang telah dilobangi di bagian tengah wajan dan pasang baut besar beserta murnya sehingga seperti gambar di bawah
Gambar 58. Pemasangan tutup pipa 3” ke wajan
Pipa PVC 3” yang telah dilberi lubang untuk pemasangan konektor N-Type Female dan dilapisi aluminium foil
Gambar 60. Pipa 3” berlapis aluminium dan konektor N-type female
Setelah konektor N- type dipasang akan menjadi seperti gambar berikut
Gambar 61. Konektor yang sudah terpasang
Kemudian siapkan tutup pipa yang bagian dalamnya dilapisi aluminium foil
Gambar 62. Tutup pipa 3” yg dilapisi aluminium foil bagian dalamnya
Pasang tutup pipa di atas seperti gambar berikut
Gambar 62. Feeder antena
Pasang ke tutup pipa yang di tengah wajan dan hubungkan antenna ke Access Point dengan pigtail seperti gambar berikut
Gambar 64. Hubungan antenna ke Access Point
Diagram pemasangan pada pipa tiang antenna adalah sbb
Gambar 65. Diagram pemasangan pada tiang antenna
Contoh lain pemasangan antenna jika menggunakan plat L dan baut U bisa dilihat pada gambar 32
Antena Pancibolic
Pada dasarnya antenna ini sama dengan Antena WajanBolic hanya berbeda bahan untuk parabolic reflektornya yang menggunakan tutup panci. Karena berbeda kedalaman maka jarak titik focusnya berbeda
Gambar 66. Antena Pancibolic
Demikian uraian langkah demi langkah pembuatan beberapa macam Homebrew Antenna semoga bermanfaat bagi Anda.
Selamat mencoba, semoga sukses !
Syeikh Ibnu Atho’illah al-Sakandari
(Pengarang kitab al-Hikam)
Di Susun lagi oleh H Dedeng Ahmad Z. Lc
1. Kelahiran dan keluarganya
Pengarang kitab al-Hikam yang cukup populer di negeri kita ini adalah Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili. Mereka berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah. Kota Iskandariah merupakan kota kelahiran sufi besar ini. Suatu tempat di mana keluarganya tinggal dan kakeknya mengajar. Kendatipun namanya hingga kini demikian harum, namun kapan sufi agung ini dilahirkan tidak ada catatan yang tegas. Dengan menelisik jalan hidupnya DR. Taftazani bisa menengarai bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 658 H sampai 679 H.
Syeikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M) hidup di Mesir di masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.
Ayahnya termasuk semasa dengan Syaikh Abu al-Hasan al-Syadili -pendiri Thariqah al-Syadziliyyah-sebagaimana diceritakan Ibnu Atho’ dalam kitabnya “Lathoiful Minan “ : “Ayahku bercerita kepadaku, suatu ketika aku menghadap Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, lalu aku mendengar beliau mengatakan: "Demi Allah… kalian telah menanyai aku tentang suatu masalah yang tidak aku ketahui jawabannya, lalu aku temukan jawabannya tertulis pada pena, tikar dan dinding”.
Keluarga Ibnu Atho’ adalah keluarga yang terdidik dalam lingkungan agama, kakek dari jalur nasab ayahnya adalah seorang ulama fiqih pada masanya. Tajuddin remaja sudah belajar pada ulama tingkat tinggi di Iskandariah seperti al-Faqih Nasiruddin al-Mimbar al-Judzami. Kota Iskandariah pada masa Ibnu Atho’ memang salah satu kota ilmu di semenanjung Mesir, karena Iskandariah banyak dihiasi oleh banyak ulama dalam bidang fiqih, hadits, usul, dan ilmu-ilmu bahasa arab, tentu saja juga memuat banyak tokoh-tokoh tasawwuf dan para Auliya’ Sholihin
Oleh karena itu tidak mengherankan bila Ibnu Atho’illah tumbuh sebagai seorang faqih, sebagaimana harapan dari kakeknya. Namun kefaqihannya terus berlanjt sampai pada tingkatan tasawuf. Hal mana membuat kakeknya secara terang-terangan tidak menyukainya.
Ibnu Atho’ menceritakan dalam kitabnya “Lathoiful minan” : “Bahwa kakeknya adalah seorang yang tidak setuju dengan tasawwuf, tapi mereka sabar akan serangan dari kakeknya. Di sinilah guru Ibnu Atho’ yaitu Abul Abbas al-Mursy mengatakan: "Kalau anak dari seorang alim fiqih Iskandariah (Ibnu Atho’illah) datang ke sini, tolong beritahu aku", dan ketika aku datang, al-Mursi mengatakan: "Malaikat jibril telah datang kepada Nabi bersama dengan malaikat penjaga gunung ketika orang quraisy tidak percaya pada Nabi. Malaikat penjaga gunung lalu menyalami Nabi dan mengatakan: " Wahai Muhammad.. kalau engkau mau, maka aku akan timpakan dua gunung pada mereka". Dengan bijak Nabi mengatakan : " Tidak… aku mengharap agar kelak akan keluar orang-orang yang bertauhid dan tidak musyrik dari mereka". Begitu juga, kita harus sabar akan sikap kakek yang alim fiqih (kakek Ibnu Atho’illah) demi orang yang alim fiqih ini”.
Pada akhirnya Ibn Atho' memang lebih terkenal sebagai seorang sufi besar. Namun menarik juga perjalanan hidupnya, dari didikan yang murni fiqh sampai bisa memadukan fiqh dan tasawuf. Oleh karena itu buku-buku biografi menyebutkan riwayat hidup Atho’illah menjadi tiga masa :
a. Masa pertama
Masa ini dimulai ketika ia tinggal di Iskandariah sebagai pencari ilmu agama seperti tafsir, hadits, fiqih, usul, nahwu dan lain-lain dari para alim ulama di Iskandariah. Pada periode itu beliau terpengaruh pemikiran-pemikiran kakeknya yang mengingkari para ahli tasawwuf karena kefanatikannya pada ilmu fiqih, dalam hal ini Ibnu Atho’illah bercerita: "Dulu aku adalah termasuk orang yang mengingkari Abu al-Abbas al-Mursi, yaitu sebelum aku menjadi murid beliau". Pendapat saya waktu itu bahwa yaang ada hanya ulama ahli dzahir, tapi mereka (ahli tasawwuf) mengklaim adanya hal-hal yang besar, sementara dzahir syariat menentangnya”.
b. Masa kedua
Masa ini merupakan masa paling penting dalam kehidupan sang guru pemburu kejernihan hati ini. Masa ini dimulai semenjak ia bertemu dengan gurunya, Abu al-Abbas al-Mursi, tahun 674 H, dan berakhir dengan kepindahannya ke Kairo. Dalam masa ini sirnalah keingkarannya ulama' tasawwuf. Ketika bertemu dengan al-Mursi, ia jatuh kagum dan simpati. Akhirnya ia mengambil Thariqah langsung dari gurunya ini.
Ada cerita menarik mengapa ia beranjak memilih dunia tasawuf ini. Suatu ketika Ibn Atho' mengalami goncangan batin, jiwanya tertekan. Dia bertanya-tanya dalam hatinya : "apakah semestinya aku membenci tasawuf. Apakah suatu yang benar kalau aku tidak menyukai Abul Abbas al-Mursi ?. setelah lama aku merenung, mencerna akhirnya aku beranikan diriku untuk mendekatnya, melihat siapa al-Mursi sesungguhnya, apa yang ia ajarkan sejatinya. Kalau memang ia orang baik dan benar maka semuanya akan kelihatan. Kalau tidak demikian halnya biarlah ini menjadi jalan hidupku yang tidak bisa sejalan dengan tasawuf.
Lalu aku datang ke majlisnya. Aku mendengar, menyimak ceramahnya dengan tekun tentang masalah-masalah syara'. Tentang kewajiban, keutamaan dan sebagainya. Di sini jelas semua bahwa ternyat al-Mursi yang kelak menjadi guru sejatiku ini mengambil ilmu langsung dari Tuhan. Dan segala puji bagi Allah, Dia telah menghilangkan rasa bimbang yang ada dalam hatiku".
Maka demikianlah, ketika ia sudah mencicipi manisnya tasawuf hatinya semakin tertambat untuk masuk ke dalam dan lebih dalam lagi. Sampai-sampai ia punya dugaan tidak akan bisa menjadi seorang sufi sejati kecuali dengan masuk ke dunia itu secara total, menghabiskan seluruh waktunya untuk sang guru dan meningalkan aktivitas lain. Namun demikian ia tidak berani memutuskan keinginannya itu kecuali setelah mendapatkan izin dari sang guru al-Mursi.
Dalam hal ini Ibn Athoilah menceritakan : "Aku menghadap guruku al-Mursi, dan dalam hatiku ada keinginan untuk meninggalkan ilmu dzahir. Belum sempat aku mengutarakan apa yang terbersit dalam hatiku ini tiba-tiba beliau mengatakan : "Di kota Qous aku mempunyai kawan namanya Ibnu Naasyi’. Dulu dia adalah pengajar di Qous dan sebagai wakil penguasa. Dia merasakan sedikit manisnya tariqah kita. Kemudian ia menghadapku dan berkata : "Tuanku… apakah sebaiknya aku meninggalkan tugasku sekarang ini dan berkhidmat saja pada tuan?". Aku memandangnya sebentar kemudian aku katakan : "Tidak demikian itu tariqah kita. Tetaplah dengan kedudukan yang sudah di tentukan Allah padamu. Apa yang menjadi garis tanganmu akan sampai padamu juga".
Setelah bercerita semacam itu yang sebetulnya adalah nasehat untuk diriku beliau berkata: “Beginilah keadaan orang-orang al-Siddiqiyyin. Mereka sama sekali tidak keluar dari suatu kedudukan yang sudah ditentukan Allah sampai Dia sendiri yang mengeluarkan mereka". Mendengar uraian panjang lebar semacam itu aku tersadar dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Dan alhamdulillah Allah telah menghapus angan kebimbangan yang ada dalam hatiku, sepertinya aku baru saja melepas pakaianku. Aku pun rela tenang dengan kedudukan yang diberikan oleh Allah".
c. Masa ketiga
Masa ini dimulai semenjak kepindahan Ibn Atho' dari Iskandariah ke Kairo. Dan berakhir dengan kepindahannya ke haribaan Yang Maha Asih pada tahun 709 H. Masa ini adalah masa kematangan dan kesempurnaan Ibnu Atho’illah dalam ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf. Ia membedakan antara Uzlah dan kholwah. Uzlah menurutnya adalah pemutusan (hubungan) maknawi bukan hakiki, lahir dengan makhluk, yaitu dengan cara si Salik (orang yang uzlah) selalu mengontrol dirinya dan menjaganya dari perdaya dunia. Ketika seorang sufi sudah mantap dengan uzlah-nya dan nyaman dengan kesendiriannya ia memasuki tahapan khalwah. Dan khalwah dipahami dengan suatu cara menuju rahasia Tuhan, kholwah adalah perendahan diri dihadapan Allah dan pemutusan hubungan dengan selain Allah SWT.
Menurut Ibnu Atho’illah, ruangan yang bagus untuk ber-khalwah adalah yang tingginya, setinggi orang yang berkhalwat tersebut. Panjangnya sepanjang ia sujud. Luasnya seluas tempat duduknya. Ruangan itu tidak ada lubang untuk masuknya cahaya matahari, jauh dari keramaian, pintunya rapat, dan tidak ada dalam rumah yang banyak penghuninya.
Ibnu Atho’illah sepeninggal gurunya Abu al-Abbas al-Mursi tahum 686 H, menjadi penggantinya dalam mengembangkan Tariqah Syadziliah. Tugas ini ia emban di samping tugas mengajar di kota Iskandariah. Maka ketika pindah ke Kairo, ia bertugas mengajar dan ceramah di Masjid al-Azhar.
Ibnu Hajar berkata: "Ibnu Atho’illah berceramah di Azhar dengan tema yang menenangkan hati dan memadukan perkatan-perkatan orang kebanyakan dengan riwayat-riwayat dari salafus soleh, juga berbagai macam ilmu. Maka tidak heran kalau pengikutnya berjubel dan beliau menjadi simbol kebaikan". Hal senada diucapkan oleh Ibnu Tagri Baradi : "Ibnu Atho’illah adalah orang yang sholeh, berbicara di atas kursi Azhar, dan dihadiri oleh hadirin yang banyak sekali. Ceramahnya sangat mengena dalam hati. Dia mempunyai pengetahuan yang dalam akan perkataan ahli hakekat dan orang orang ahli tariqah". Termasuk tempat mengajar beliau adalah Madrasah al-Mansuriah di Hay al-Shoghoh. Beliau mempunyai banyak anak didik yang menjadi seorang ahli fiqih dan tasawwuf, seperti Imam Taqiyyuddin al-Subki, ayah Tajuddin al-Subki, pengarang kitab “Tobaqoh al-syafi’iyyah al-Kubro”.
Sebagai seoarang sufi yang alim Ibn Atho' meninggalkan banyak karangan sebanyak 22 kitab lebih. Mulai dari sastra, tasawuf, fiqh, nahwu, mantiq, falsafah sampai khitobah.
2. Karomah Ibn Athoillah
Al-Munawi dalam kitabnya “Al-Kawakib al-durriyyah mengatakan: “Syaikh Kamal Ibnu Humam ketika ziarah ke makam wali besar ini membaca Surat Hud sampai pada ayat yang artinya: "Diantara mereka ada yang celaka dan bahagia...". Tiba-tiba terdengar suara dari dalam liang kubur Ibn Athoillah dengan keras: "Wahai Kamal… tidak ada diantara kita yang celaka". Demi menyaksikan karomah agung seperti ini Ibnu Humam berwasiat supaya dimakamkan dekat dengan Ibnu Atho’illah ketika meninggal kelak.
Di antara karomah pengarang kitab al-Hikam adalah, suatu ketika salah satu murid beliau berangkat haji. Di sana si murid itu melihat Ibn Athoillah sedang thawaf. Dia juga melihat sang guru ada di belakang maqam Ibrahim, di Mas’aa dan Arafah. Ketika pulang, dia bertanya pada teman-temannya apakah sang guru pergi haji atau tidak. Si murid langsung terperanjat ketiak mendengar teman-temannya menjawab "Tidak". Kurang puas dengan jawaban mereka, dia menghadap sang guru. Kemudian pembimbing spiritual ini bertanya : "Siapa saja yang kamu temui ?" lalu si murid menjawab : "Tuanku… saya melihat tuanku di sana ". Dengan tersenyum al-arif billah ini menerangkan : "Orang besar itu bisa memenuhi dunia. Seandainya saja Wali Qutb di panggil dari liang tanah, dia pasti menjawabnya”.
3. Ibn Atho'illah wafat
Tahun 709 H / 1309M adalah tahun kemalangan dunia maya ini. Karena tahun tersebut wali besar yang tetap abadi nama dan kebaikannya ini harus beralih ke alam barzah, lebih mendekat pada Sang Pencipta. Namun demikian madrasah al-Mansuriyyah cukup beruntung karena di situlah jasad mulianya berpisah dengan sang nyawa. Ribuan pelayat dari Kairo dan sekitarnya mengiring kekasih Allah ini untuk dimakamkan di pemakaman al-Qorrofah al-Kubro.
(Pengarang kitab al-Hikam)
Di Susun lagi oleh H Dedeng Ahmad Z. Lc
1. Kelahiran dan keluarganya
Pengarang kitab al-Hikam yang cukup populer di negeri kita ini adalah Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili. Mereka berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah. Kota Iskandariah merupakan kota kelahiran sufi besar ini. Suatu tempat di mana keluarganya tinggal dan kakeknya mengajar. Kendatipun namanya hingga kini demikian harum, namun kapan sufi agung ini dilahirkan tidak ada catatan yang tegas. Dengan menelisik jalan hidupnya DR. Taftazani bisa menengarai bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 658 H sampai 679 H.
Syeikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M) hidup di Mesir di masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.
Ayahnya termasuk semasa dengan Syaikh Abu al-Hasan al-Syadili -pendiri Thariqah al-Syadziliyyah-sebagaimana diceritakan Ibnu Atho’ dalam kitabnya “Lathoiful Minan “ : “Ayahku bercerita kepadaku, suatu ketika aku menghadap Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, lalu aku mendengar beliau mengatakan: "Demi Allah… kalian telah menanyai aku tentang suatu masalah yang tidak aku ketahui jawabannya, lalu aku temukan jawabannya tertulis pada pena, tikar dan dinding”.
Keluarga Ibnu Atho’ adalah keluarga yang terdidik dalam lingkungan agama, kakek dari jalur nasab ayahnya adalah seorang ulama fiqih pada masanya. Tajuddin remaja sudah belajar pada ulama tingkat tinggi di Iskandariah seperti al-Faqih Nasiruddin al-Mimbar al-Judzami. Kota Iskandariah pada masa Ibnu Atho’ memang salah satu kota ilmu di semenanjung Mesir, karena Iskandariah banyak dihiasi oleh banyak ulama dalam bidang fiqih, hadits, usul, dan ilmu-ilmu bahasa arab, tentu saja juga memuat banyak tokoh-tokoh tasawwuf dan para Auliya’ Sholihin
Oleh karena itu tidak mengherankan bila Ibnu Atho’illah tumbuh sebagai seorang faqih, sebagaimana harapan dari kakeknya. Namun kefaqihannya terus berlanjt sampai pada tingkatan tasawuf. Hal mana membuat kakeknya secara terang-terangan tidak menyukainya.
Ibnu Atho’ menceritakan dalam kitabnya “Lathoiful minan” : “Bahwa kakeknya adalah seorang yang tidak setuju dengan tasawwuf, tapi mereka sabar akan serangan dari kakeknya. Di sinilah guru Ibnu Atho’ yaitu Abul Abbas al-Mursy mengatakan: "Kalau anak dari seorang alim fiqih Iskandariah (Ibnu Atho’illah) datang ke sini, tolong beritahu aku", dan ketika aku datang, al-Mursi mengatakan: "Malaikat jibril telah datang kepada Nabi bersama dengan malaikat penjaga gunung ketika orang quraisy tidak percaya pada Nabi. Malaikat penjaga gunung lalu menyalami Nabi dan mengatakan: " Wahai Muhammad.. kalau engkau mau, maka aku akan timpakan dua gunung pada mereka". Dengan bijak Nabi mengatakan : " Tidak… aku mengharap agar kelak akan keluar orang-orang yang bertauhid dan tidak musyrik dari mereka". Begitu juga, kita harus sabar akan sikap kakek yang alim fiqih (kakek Ibnu Atho’illah) demi orang yang alim fiqih ini”.
Pada akhirnya Ibn Atho' memang lebih terkenal sebagai seorang sufi besar. Namun menarik juga perjalanan hidupnya, dari didikan yang murni fiqh sampai bisa memadukan fiqh dan tasawuf. Oleh karena itu buku-buku biografi menyebutkan riwayat hidup Atho’illah menjadi tiga masa :
a. Masa pertama
Masa ini dimulai ketika ia tinggal di Iskandariah sebagai pencari ilmu agama seperti tafsir, hadits, fiqih, usul, nahwu dan lain-lain dari para alim ulama di Iskandariah. Pada periode itu beliau terpengaruh pemikiran-pemikiran kakeknya yang mengingkari para ahli tasawwuf karena kefanatikannya pada ilmu fiqih, dalam hal ini Ibnu Atho’illah bercerita: "Dulu aku adalah termasuk orang yang mengingkari Abu al-Abbas al-Mursi, yaitu sebelum aku menjadi murid beliau". Pendapat saya waktu itu bahwa yaang ada hanya ulama ahli dzahir, tapi mereka (ahli tasawwuf) mengklaim adanya hal-hal yang besar, sementara dzahir syariat menentangnya”.
b. Masa kedua
Masa ini merupakan masa paling penting dalam kehidupan sang guru pemburu kejernihan hati ini. Masa ini dimulai semenjak ia bertemu dengan gurunya, Abu al-Abbas al-Mursi, tahun 674 H, dan berakhir dengan kepindahannya ke Kairo. Dalam masa ini sirnalah keingkarannya ulama' tasawwuf. Ketika bertemu dengan al-Mursi, ia jatuh kagum dan simpati. Akhirnya ia mengambil Thariqah langsung dari gurunya ini.
Ada cerita menarik mengapa ia beranjak memilih dunia tasawuf ini. Suatu ketika Ibn Atho' mengalami goncangan batin, jiwanya tertekan. Dia bertanya-tanya dalam hatinya : "apakah semestinya aku membenci tasawuf. Apakah suatu yang benar kalau aku tidak menyukai Abul Abbas al-Mursi ?. setelah lama aku merenung, mencerna akhirnya aku beranikan diriku untuk mendekatnya, melihat siapa al-Mursi sesungguhnya, apa yang ia ajarkan sejatinya. Kalau memang ia orang baik dan benar maka semuanya akan kelihatan. Kalau tidak demikian halnya biarlah ini menjadi jalan hidupku yang tidak bisa sejalan dengan tasawuf.
Lalu aku datang ke majlisnya. Aku mendengar, menyimak ceramahnya dengan tekun tentang masalah-masalah syara'. Tentang kewajiban, keutamaan dan sebagainya. Di sini jelas semua bahwa ternyat al-Mursi yang kelak menjadi guru sejatiku ini mengambil ilmu langsung dari Tuhan. Dan segala puji bagi Allah, Dia telah menghilangkan rasa bimbang yang ada dalam hatiku".
Maka demikianlah, ketika ia sudah mencicipi manisnya tasawuf hatinya semakin tertambat untuk masuk ke dalam dan lebih dalam lagi. Sampai-sampai ia punya dugaan tidak akan bisa menjadi seorang sufi sejati kecuali dengan masuk ke dunia itu secara total, menghabiskan seluruh waktunya untuk sang guru dan meningalkan aktivitas lain. Namun demikian ia tidak berani memutuskan keinginannya itu kecuali setelah mendapatkan izin dari sang guru al-Mursi.
Dalam hal ini Ibn Athoilah menceritakan : "Aku menghadap guruku al-Mursi, dan dalam hatiku ada keinginan untuk meninggalkan ilmu dzahir. Belum sempat aku mengutarakan apa yang terbersit dalam hatiku ini tiba-tiba beliau mengatakan : "Di kota Qous aku mempunyai kawan namanya Ibnu Naasyi’. Dulu dia adalah pengajar di Qous dan sebagai wakil penguasa. Dia merasakan sedikit manisnya tariqah kita. Kemudian ia menghadapku dan berkata : "Tuanku… apakah sebaiknya aku meninggalkan tugasku sekarang ini dan berkhidmat saja pada tuan?". Aku memandangnya sebentar kemudian aku katakan : "Tidak demikian itu tariqah kita. Tetaplah dengan kedudukan yang sudah di tentukan Allah padamu. Apa yang menjadi garis tanganmu akan sampai padamu juga".
Setelah bercerita semacam itu yang sebetulnya adalah nasehat untuk diriku beliau berkata: “Beginilah keadaan orang-orang al-Siddiqiyyin. Mereka sama sekali tidak keluar dari suatu kedudukan yang sudah ditentukan Allah sampai Dia sendiri yang mengeluarkan mereka". Mendengar uraian panjang lebar semacam itu aku tersadar dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Dan alhamdulillah Allah telah menghapus angan kebimbangan yang ada dalam hatiku, sepertinya aku baru saja melepas pakaianku. Aku pun rela tenang dengan kedudukan yang diberikan oleh Allah".
c. Masa ketiga
Masa ini dimulai semenjak kepindahan Ibn Atho' dari Iskandariah ke Kairo. Dan berakhir dengan kepindahannya ke haribaan Yang Maha Asih pada tahun 709 H. Masa ini adalah masa kematangan dan kesempurnaan Ibnu Atho’illah dalam ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf. Ia membedakan antara Uzlah dan kholwah. Uzlah menurutnya adalah pemutusan (hubungan) maknawi bukan hakiki, lahir dengan makhluk, yaitu dengan cara si Salik (orang yang uzlah) selalu mengontrol dirinya dan menjaganya dari perdaya dunia. Ketika seorang sufi sudah mantap dengan uzlah-nya dan nyaman dengan kesendiriannya ia memasuki tahapan khalwah. Dan khalwah dipahami dengan suatu cara menuju rahasia Tuhan, kholwah adalah perendahan diri dihadapan Allah dan pemutusan hubungan dengan selain Allah SWT.
Menurut Ibnu Atho’illah, ruangan yang bagus untuk ber-khalwah adalah yang tingginya, setinggi orang yang berkhalwat tersebut. Panjangnya sepanjang ia sujud. Luasnya seluas tempat duduknya. Ruangan itu tidak ada lubang untuk masuknya cahaya matahari, jauh dari keramaian, pintunya rapat, dan tidak ada dalam rumah yang banyak penghuninya.
Ibnu Atho’illah sepeninggal gurunya Abu al-Abbas al-Mursi tahum 686 H, menjadi penggantinya dalam mengembangkan Tariqah Syadziliah. Tugas ini ia emban di samping tugas mengajar di kota Iskandariah. Maka ketika pindah ke Kairo, ia bertugas mengajar dan ceramah di Masjid al-Azhar.
Ibnu Hajar berkata: "Ibnu Atho’illah berceramah di Azhar dengan tema yang menenangkan hati dan memadukan perkatan-perkatan orang kebanyakan dengan riwayat-riwayat dari salafus soleh, juga berbagai macam ilmu. Maka tidak heran kalau pengikutnya berjubel dan beliau menjadi simbol kebaikan". Hal senada diucapkan oleh Ibnu Tagri Baradi : "Ibnu Atho’illah adalah orang yang sholeh, berbicara di atas kursi Azhar, dan dihadiri oleh hadirin yang banyak sekali. Ceramahnya sangat mengena dalam hati. Dia mempunyai pengetahuan yang dalam akan perkataan ahli hakekat dan orang orang ahli tariqah". Termasuk tempat mengajar beliau adalah Madrasah al-Mansuriah di Hay al-Shoghoh. Beliau mempunyai banyak anak didik yang menjadi seorang ahli fiqih dan tasawwuf, seperti Imam Taqiyyuddin al-Subki, ayah Tajuddin al-Subki, pengarang kitab “Tobaqoh al-syafi’iyyah al-Kubro”.
Sebagai seoarang sufi yang alim Ibn Atho' meninggalkan banyak karangan sebanyak 22 kitab lebih. Mulai dari sastra, tasawuf, fiqh, nahwu, mantiq, falsafah sampai khitobah.
2. Karomah Ibn Athoillah
Al-Munawi dalam kitabnya “Al-Kawakib al-durriyyah mengatakan: “Syaikh Kamal Ibnu Humam ketika ziarah ke makam wali besar ini membaca Surat Hud sampai pada ayat yang artinya: "Diantara mereka ada yang celaka dan bahagia...". Tiba-tiba terdengar suara dari dalam liang kubur Ibn Athoillah dengan keras: "Wahai Kamal… tidak ada diantara kita yang celaka". Demi menyaksikan karomah agung seperti ini Ibnu Humam berwasiat supaya dimakamkan dekat dengan Ibnu Atho’illah ketika meninggal kelak.
Di antara karomah pengarang kitab al-Hikam adalah, suatu ketika salah satu murid beliau berangkat haji. Di sana si murid itu melihat Ibn Athoillah sedang thawaf. Dia juga melihat sang guru ada di belakang maqam Ibrahim, di Mas’aa dan Arafah. Ketika pulang, dia bertanya pada teman-temannya apakah sang guru pergi haji atau tidak. Si murid langsung terperanjat ketiak mendengar teman-temannya menjawab "Tidak". Kurang puas dengan jawaban mereka, dia menghadap sang guru. Kemudian pembimbing spiritual ini bertanya : "Siapa saja yang kamu temui ?" lalu si murid menjawab : "Tuanku… saya melihat tuanku di sana ". Dengan tersenyum al-arif billah ini menerangkan : "Orang besar itu bisa memenuhi dunia. Seandainya saja Wali Qutb di panggil dari liang tanah, dia pasti menjawabnya”.
3. Ibn Atho'illah wafat
Tahun 709 H / 1309M adalah tahun kemalangan dunia maya ini. Karena tahun tersebut wali besar yang tetap abadi nama dan kebaikannya ini harus beralih ke alam barzah, lebih mendekat pada Sang Pencipta. Namun demikian madrasah al-Mansuriyyah cukup beruntung karena di situlah jasad mulianya berpisah dengan sang nyawa. Ribuan pelayat dari Kairo dan sekitarnya mengiring kekasih Allah ini untuk dimakamkan di pemakaman al-Qorrofah al-Kubro.
Langganan:
Postingan (Atom)